Strategi News — Jumat (1/5/2026), ribuan buruh di Jawa Tengah turun ke jalan memperingati Hari Buruh Internasional atau May Day. Titik kumpul mereka: kantor DPRD Jawa Tengah di Kota Semarang.
Aksi tahun ini membawa sejumlah tuntutan utama seputar kesejahteraan pekerja. Belum ada rincian resmi soal apa saja poin tuntutan yang dibawa ke hadapan wakil rakyat, namun massa dipastikan hadir dalam jumlah besar.
Buruh Jateng Beri Apresiasi ke Gubernur Ahmad Luthfi
Di tengah sorak-sorai tuntutan, ada nada berbeda yang muncul dari kalangan buruh Jawa Tengah. Mereka menyampaikan apresiasi terhadap kepedulian Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi terhadap nasib pekerja. Sikap ini terbilang jarang muncul dalam momen May Day, yang biasanya didominasi kritik terhadap pemerintah.
Baca Juga:
Aksi May Day di berbagai kota besar Indonesia memang selalu menjadi barometer hubungan antara kalangan pekerja dan pemerintah daerah. Di Jawa Tengah, atmosfer tahun ini tampak sedikit berbeda dari biasanya.
May Day, Momen Tahunan yang Selalu Disorot Pekerja
Hari Buruh Internasional diperingati setiap 1 Mei di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Sejak ditetapkan sebagai hari libur nasional pada 2014, momentum ini rutin dimanfaatkan serikat buruh untuk menyuarakan tuntutan, mulai dari kenaikan upah minimum, penghapusan sistem kerja alih daya (outsourcing), hingga perbaikan jaminan sosial.
Di Jawa Tengah, kantor DPRD Semarang kerap menjadi tujuan utama massa buruh karena dianggap sebagai representasi kekuasaan legislatif daerah yang paling mudah dijangkau.
Situasi di lapangan pada Jumat (1/5/2026) masih terus berkembang seiring ribuan peserta aksi berdatangan ke titik kumpul yang telah ditentukan.
Editor: Pablo Gerald