3 Kasus Campak-Rubella Terkonfirmasi di Pekalongan, Dinkes Gelar Imunisasi Kejar di Seluruh Puskesmas

Strategi News — Tiga dari 41 kasus suspek campak dan rubella di Kota Pekalongan terkonfirmasi positif sejak awal tahun hingga akhir April 2026, seluruhnya menyerang anak-anak. Dinas Kesehatan setempat kini menggencarkan program Imunisasi Kejar di seluruh puskesmas untuk menutup celah kekebalan pada anak yang jadwal vaksinasinya terlewat.

“Dari puskesmas akan dilakukan pendataan jumlah bayi dan anak di sekitar lokasi kasus. Setelah itu, akan dilihat status imunisasinya. Jika ada yang belum lengkap, maka akan dilakukan imunisasi kejar,” kata Samsiyah Ratnawati, Programmer Imunisasi Dinkes Kota Pekalongan, Senin (4/5/2026).

Tiga Anak Sempat Dirawat, Kini Dinyatakan Sembuh

Kabar baiknya, ketiga anak yang terkonfirmasi positif sudah mendapat penanganan medis dan pulih. “Kasus yang terkonfirmasi sudah mendapatkan penanganan medis dan menjalani perawatan di rumah sakit. Saat ini kondisinya sudah sembuh,” ujar Samsiyah.

Meski begitu, angka 41 suspek yang tercatat sejak Januari membuat Dinkes tidak mengendurkan pengawasan. Tim puskesmas langsung menelusuri lingkungan sekitar setiap pasien, mendata bayi dan anak di area tersebut, lalu memeriksa kelengkapan status imunisasi mereka satu per satu.

Imunisasi Kejar Terbuka untuk Semua Anak yang Jadwalnya Terlewat

Imunisasi Kejar adalah program vaksinasi susulan bagi anak yang belum mendapat imunisasi lengkap sesuai jadwal pemerintah. Orang tua di Kota Pekalongan bisa langsung mendatangi puskesmas terdekat tanpa perlu menunggu jadwal posyandu.

Samsiyah menegaskan program ini menjadi kunci memutus rantai penularan campak dan rubella di tingkat komunitas, terutama sebelum wabah berkembang menjadi kejadian luar biasa (KLB). Campak dan rubella menyebar lewat udara dan sangat mudah menular di antara anak-anak yang belum divaksin.

“Anak-anak harus tumbuh sehat agar kelak dapat berkontribusi dalam pembangunan bangsa. Melalui deteksi dini dan respons cepat seperti imunisasi kejar dan Cek Kesehatan Gratis (CKG) diharapkan penyebaran campak dan rubella di Kota Pekalongan dapat dikendalikan dan tidak berkembang menjadi kejadian luar biasa,” tegasnya.

Selain imunisasi, Dinkes juga mendorong orang tua memanfaatkan layanan Cek Kesehatan Gratis sebagai bagian dari deteksi dini. Kewaspadaan keluarga dinilai sama pentingnya dengan program vaksinasi, terutama untuk anak-anak yang kondisi kesehatannya masih rentan terhadap penyakit menular.

Dengan total 41 suspek yang masih terus dipantau, puskesmas-puskesmas di Kota Pekalongan kini berjaga lebih ketat. Orang tua yang belum memastikan kelengkapan vaksin anak diimbau segera memeriksakan diri sebelum jumlah kasus bertambah.

Penulis: Agung Sadikin
Editor: Pablo Gerald

Pos terkait