Strategi News — Sebuah video penganiayaan anak di sebuah daycare di Yogyakarta beredar luas di media sosial dan memicu kekhawatiran para orang tua. Kejadian ini mendorong banyak keluarga mempertanyakan kembali standar keamanan tempat penitipan anak yang selama ini mereka percaya.
Daycare, atau tempat penitipan anak, menjadi pilihan jutaan orang tua yang bekerja. Namun memilihnya tidak bisa asal-asalan. Ada lima hal krusial yang wajib diperhatikan sebelum menitipkan buah hati.
1. Periksa Izin Operasional dan Akreditasi Daycare
Pastikan daycare memiliki izin resmi dari dinas terkait. Tempat penitipan anak yang beroperasi secara legal wajib terdaftar dan memenuhi standar layanan yang ditetapkan pemerintah daerah. Jangan ragu meminta bukti dokumen izin operasional secara langsung.
2. Perhatikan Rasio Pengasuh dan Jumlah Anak
Idealnya, satu pengasuh tidak menangani lebih dari tiga hingga lima anak sekaligus, tergantung usia. Semakin kecil anak, semakin sedikit jumlah yang seharusnya ditangani satu orang. Rasio yang tidak proporsional membuka celah pengawasan yang longgar — dan potensi bahaya.
3. Kunjungi Langsung Tanpa Pemberitahuan Sebelumnya
Datang mendadak, bukan saat jadwal kunjungan resmi. Ini cara paling efektif untuk melihat kondisi sebenarnya: bagaimana pengasuh berinteraksi dengan anak-anak, seberapa bersih fasilitasnya, dan apakah ada kamera pengawas (CCTV) yang berfungsi di area utama.
CCTV bukan jaminan mutlak keamanan, tapi rekaman yang bisa diakses orang tua sewaktu-waktu adalah tanda bahwa pengelola daycare tidak menyembunyikan apa pun.
4. Cek Latar Belakang Pengasuh
Tanyakan secara langsung soal kualifikasi dan pelatihan para pengasuh. Apakah mereka punya sertifikat pengasuhan anak? Apakah ada prosedur perekrutan yang ketat, termasuk pemeriksaan rekam jejak calon karyawan? Orang tua berhak mengetahui siapa yang akan menghabiskan waktu bersama anak mereka setiap hari.
5. Minta Referensi dari Orang Tua Lain
Testimoni langsung dari orang tua yang sudah lebih dulu menitipkan anak di tempat yang sama jauh lebih berharga dari brosur atau ulasan di website. Tanyakan pengalaman mereka secara jujur: pernahkah ada insiden? Bagaimana respons pengelola jika ada keluhan?
Kasus di Yogyakarta ini bukan yang pertama terjadi di Indonesia. Setiap kali video serupa viral, publik ramai-ramai bereaksi, lalu perlahan melupakan. Yang perlu dilakukan orang tua bukan menunggu kasus berikutnya, melainkan aktif memeriksa dan memastikan standar keamanan di tempat yang sudah atau akan dipilih. Anak-anak tidak bisa membela diri sendiri — itu sepenuhnya tanggung jawab orang dewasa di sekitarnya.
Editor: Sela Rahmawati





