Strategi News — Selasa (5/5) pagi, ratusan pelajar yang tergabung dalam Forum OSIS Jawa Barat (FOJB) melangkah masuk ke Istana Kepresidenan Jakarta bukan sebagai tamu biasa. Mereka datang sebagai bagian dari program Istana untuk Anak Sekolah, dan yang menunggu di dalam ternyata lebih dari sekadar gedung bersejarah.
Presiden Prabowo Subianto hadir langsung menemui rombongan pelajar itu. Bagi banyak dari mereka, momen tersebut terasa mustahil sebelumnya.
Kesan Pelajar: Tak Percaya Bisa Bertemu Langsung Presiden RI
Pertemuan langsung dengan kepala negara meninggalkan kesan yang sulit diungkapkan dengan kata-kata biasa. Para pelajar FOJB menyebut pengalaman itu sebagai sesuatu yang unreal sekaligus amazing, dua kata dalam bahasa Inggris yang mereka pilih untuk menggambarkan betapa luar biasanya hari itu.
Baca Juga:
Kunjungan ini bukan kali pertama Istana Kepresidenan dibuka untuk pelajar, namun kesempatan bertemu langsung dengan presiden tetap menjadi bagian yang paling membekas. Bagi para siswa asal Jawa Barat ini, kunjungan ke jantung pemerintahan Republik Indonesia bukan sekadar perjalanan wisata edukasi biasa.
Program ‘Istana untuk Anak Sekolah’ Buka Akses Pelajar ke Pusat Kekuasaan
Program Istana untuk Anak Sekolah dirancang untuk memberi kesempatan kepada pelajar dari berbagai daerah melihat langsung kawasan Istana Kepresidenan, kompleks yang selama ini identik sebagai simbol kekuasaan dan sejarah bangsa. Melalui program ini, siswa mendapat akses ke lingkungan yang biasanya tertutup bagi publik umum.
FOJB, sebagai forum yang menghimpun perwakilan organisasi siswa intra sekolah dari berbagai kabupaten dan kota di Jawa Barat, menjadi salah satu kelompok yang mendapat kesempatan tersebut pada Selasa (5/5). Kehadiran langsung Presiden Prabowo di tengah para pelajar membuat kunjungan kali ini terasa berbeda dari biasanya.
Pengalaman itu, menurut para pelajar yang hadir, bukan sekadar kenangan yang akan disimpan di album foto. Ia menjelma menjadi momen yang mereka sebut langka dan menginspirasi, sesuatu yang kemungkinan besar tidak akan terlupakan sepanjang hidup mereka.
Editor: Ilham Maulana