Strategi News — Sebuah drone menghantam gedung pencakar langit di Moskow, Senin (4/5), melubangi bangunan tersebut dan memaksa dua bandara internasional menghentikan operasional sementara. Tidak ada korban jiwa dilaporkan dalam serangan itu.
“Sebuah drone menghantam bangunan tersebut,” kata Wali Kota Moskow Sergei Sobyanin, sembari memastikan dua drone lain yang melaju ke arah ibu kota berhasil dijatuhkan sistem pertahanan udara Rusia.
Gedung Berlubang, Dua Bandara Tutup Malam Itu
Foto-foto yang beredar menunjukkan kerusakan nyata pada dinding gedung bertingkat tinggi itu. Lubang menganga tampak jelas di bagian eksterior bangunan.
Baca Juga:
Dampaknya langsung terasa di sektor penerbangan. Vnukovo International Airport dan Domodedovo International Airport, dua dari tiga bandara utama Moskow, terpaksa menghentikan aktivitas penerbangan pada malam hari setelah insiden itu terjadi. Penumpang yang menunggu keberangkatan harus tertahan sementara operasional dipulihkan.
Kurang dari 10 Km dari Kremlin
Lokasi gedung yang menjadi sasaran dilaporkan berada kurang dari 10 kilometer dari Kremlin, pusat kekuasaan pemerintahan Rusia. Ini bukan pertama kalinya kawasan jantung Moskow menjadi target serangan udara dalam konflik Rusia-Ukraina.
Pada 3 Mei 2023, dua pesawat tanpa awak meledak di atas kubah Istana Senat di kompleks Kremlin. Insiden itu memicu kebakaran kecil, meski tidak menimbulkan kerusakan besar atau korban jiwa.
Serangan Tiga Hari Jelang Parade Victory Day
Waktu serangan ini terbilang sensitif. Parade militer tahunan untuk memperingati Victory Day, hari yang menandai kekalahan Nazi Jerman pada Perang Dunia II, dijadwalkan berlangsung beberapa hari setelahnya. Setiap tahun, Rusia menggelar upacara besar di Lapangan Merah dengan pengerahan kendaraan militer dan pasukan dalam jumlah besar.
Dengan serangan drone yang semakin sering menyentuh wilayah Moskow, pertanyaan soal keamanan ibu kota Rusia terus mengemuka di tengah konflik yang telah berjalan lebih dari tiga tahun ini.
Editor: Ilham Maulana