IRGC Tegaskan AS Hanya Punya Dua Pilihan: Serangan Militer yang Mustahil atau Kesepakatan Buruk dengan Iran

Strategi News — Tidak ada pilihan baik yang tersisa bagi Amerika Serikat dalam konfrontasinya dengan Iran. Itulah pesan keras yang dilontarkan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran, yang menyebut Washington hanya bisa memilih antara operasi militer yang dinyatakan mustahil atau menerima kesepakatan yang merugikan pihak AS sendiri.

Pernyataan itu muncul di tengah negosiasi nuklir yang masih berlangsung antara Teheran dan Washington. IRGC, satuan elite militer Iran yang selama ini menjadi ujung tombak kebijakan pertahanan Republik Islam tersebut, secara terbuka meremehkan kapasitas militer AS untuk melancarkan serangan efektif ke wilayah Iran.

Bacaan Lainnya

IRGC: Serangan Militer AS Tidak Akan Berhasil

Pejabat IRGC menegaskan bahwa opsi militer yang selama ini diwacanakan Washington tidak realistis untuk dieksekusi. Menurut mereka, pertahanan Iran sudah cukup kuat untuk menangkal skenario semacam itu. Dengan kata lain, ancaman serangan yang kerap digunakan AS sebagai kartu tekanan dalam meja perundingan dinilai tidak memiliki daya gentar yang berarti.

Kalaupun AS memilih jalur perundingan, IRGC menggambarkan hasilnya pun tidak akan menguntungkan Washington. Framing ini sengaja dibangun untuk menempatkan AS dalam posisi serba salah: maju kena, mundur pun tetap rugi.

Posisi Tawar Iran di Meja Negosiasi Nuklir

Pernyataan IRGC bukan sekadar retorika. Ini adalah sinyal posisi tawar Iran menjelang putaran perundingan nuklir yang dijadwalkan berlanjut. Iran selama bertahun-tahun mempertahankan program pengayaan uraniumnya meski dihantam sanksi ekonomi berlapis dari AS dan negara-negara Barat.

Ketegangan antara kedua negara sudah berlangsung lebih dari empat dekade, namun eskalasi verbal dari IRGC kali ini terbilang tajam. Pernyataan semacam ini biasanya muncul saat posisi Iran merasa cukup kuat untuk tidak berkompromi, atau justru saat tekanan eksternal sedang memuncak.

AS sendiri belum memberikan tanggapan resmi atas pernyataan IRGC tersebut.

Penulis: Restu Alamsyah
Editor: Ilham Maulana

Pos terkait