Strategi News — Selasa (5/5/2026), Kementerian Kesehatan Masyarakat Thailand mengumumkan bahwa pemerintah sedang mengkaji kebijakan asuransi kecelakaan wajib bagi wisatawan asing. Dorongan ini muncul bukan tanpa alasan: setiap tahun, rumah sakit-rumah sakit di negara itu menanggung tagihan medis tak terbayar dari turis asing senilai sedikitnya 100 juta baht, atau sekitar Rp53 miliar.
Beban paling berat dirasakan di Phuket dan Chiang Mai, dua destinasi yang paling ramai dikunjungi turis mancanegara. Di kedua kota itu, fasilitas kesehatan tetap wajib memberikan perawatan darurat kepada siapa pun yang membutuhkan, termasuk pasien yang tidak punya dana maupun perlindungan asuransi sama sekali.
Pemerintah Thailand Kumpulkan Data Sebelum Putuskan Kebijakan
Sekretaris Tetap Kementerian Kesehatan Masyarakat Thailand, Somruk Jungsaman, menegaskan bahwa proses pengkajian masih berjalan. “Pemerintah masih mengumpulkan data untuk menilai skala masalah dan merancang langkah yang tepat,” katanya, seperti dikutip Bangkok Post.
Baca Juga:
Skema teknis kebijakan ini belum diumumkan secara resmi. Besaran cakupan minimum, mekanisme verifikasi, hingga jadwal implementasi semuanya masih dalam tahap perumusan.
Banyak Turis Akui Datang Tanpa Asuransi
Di lapangan, kondisi yang dikhawatirkan pemerintah Thailand memang nyata. Adelakun (33), turis asal Kanada, terus terang mengakui bahwa asuransi tidak pernah masuk daftar persiapan liburannya. “Itu bukan faktor dan saya tidak memikirkan asuransi kesehatan di sini,” ujarnya, seperti dilaporkan Channel News Asia.
Wisatawan lain bernama Rex (33) punya cerita serupa. Ia pernah memiliki asuransi, tetapi memilih menghentikannya karena merasa tidak mendapat manfaat finansial yang sepadan. “Saya pernah punya asuransi, tapi tidak terasa manfaat finansialnya, jadi tidak saya lanjutkan,” kata Rex.
Meski premi asuransi perjalanan umumnya terbilang terjangkau, keengganan wisatawan untuk membelinya tetap tinggi. Pola ini bukan fenomena yang hanya terjadi di Thailand.
Kawasan Schengen Sudah Lebih Dulu Mewajibkan Asuransi Minimal Rp611 Juta
Beberapa kawasan wisata dunia sudah lama memberlakukan aturan serupa. Kawasan Schengen di Eropa, yang mencakup 27 negara, mewajibkan setiap pengunjung memiliki asuransi perjalanan dengan nilai perlindungan minimal 30.000 euro (sekitar Rp611 juta) khusus untuk keadaan darurat medis. Tanpa dokumen asuransi itu, visa Schengen tidak akan diterbitkan.
Thailand sejauh ini belum menerapkan persyaratan serupa. Negara itu selama ini dikenal sebagai destinasi yang relatif mudah diakses, tanpa syarat asuransi di pintu masuknya.
Kunjungan Wisatawan Thailand Turun 7,2% pada 2025
Wacana kebijakan asuransi wajib ini muncul di tengah tren yang kurang menggembirakan bagi industri pariwisata Thailand. Pada 2025, negara itu menerima 32,9 juta kunjungan wisatawan mancanegara, angka yang sebenarnya masih besar secara absolut. Namun, pertumbuhan justru berbalik arah: jumlah itu turun 7,2% dibandingkan tahun sebelumnya.
Pemerintah Thailand kini menghadapi dua kepentingan yang perlu diseimbangkan: menjaga daya tarik wisata agar tidak semakin melemah, sekaligus melindungi sistem kesehatan publik dari tekanan biaya yang selama ini tidak terkompensasi. Publik dan pelaku industri pariwisata menunggu apakah kajian yang sedang berjalan akan berujung pada regulasi konkret atau sekadar wacana yang berlarut.
Editor: Pablo Gerald