Strategi News — Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mendorong pergeseran besar dalam sektor perikanan nasional dengan memprioritaskan budidaya ikan atau aquaculture sebagai pengganti ketergantungan pada tangkap laut yang sumber dayanya kian terbatas. Program ini mencakup pembangunan 40 ribu lokasi budidaya tematik di berbagai daerah.
“Kita memiliki potensi lahan budidaya hampir 17,9 juta hektare, namun yang dimanfaatkan saat ini masih kurang dari 10 persen,” kata Pelaksana Tugas Sekretaris Jenderal KKP Andy Artha Donny Oktopura dalam forum Food Summit 2026 CNBC Indonesia di Jakarta, Senin (27/4/2026).
Potensi 17,9 Juta Hektare Nyaris Tak Tersentuh
Angka itu mencerminkan betapa besarnya ruang yang belum digarap. Dari hampir 18 juta hektare lahan yang bisa dimanfaatkan untuk budidaya, pemerintah baru menyentuh sebagian kecil saja. Andy menyebut kondisi ini justru membuka peluang besar, bukan semata kekurangan.
“Kita akan mengoptimalkan potensi ini untuk meningkatkan produksi dari subsektor aquaculture dan mengurangi ketergantungan pada penangkapan,” ujarnya.
Aquaculture sendiri merujuk pada praktik budi daya organisme air, termasuk ikan, udang, dan rumput laut, dalam lingkungan yang dikelola manusia, berbeda dari perikanan tangkap yang mengandalkan hasil laut bebas. Tren beralih ke aquaculture juga sudah berlangsung di banyak negara akibat tekanan berlebih pada stok ikan liar.
40 Ribu Lokasi Budidaya Tematik Disiapkan
KKP merancang 40 ribu lokasi budidaya tematik yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Program ini tidak sekadar menambah volume produksi. Pemerintah ingin membangun ekosistem industri yang terhubung dari hulu ke hilir.
“Kami akan mengimplementasikan pembangunan 40 ribu lokasi budidaya tematik untuk meningkatkan produksi dan menciptakan ekosistem industri baru,” jelas Andy.
Kualitas produk ikut masuk dalam rencana besar ini. Sistem budidaya akan disesuaikan agar memenuhi standar keamanan pangan, mulai dari bahan baku yang digunakan hingga proses pengolahannya.
“Semua input produksi harus tersertifikasi dan kegiatan budidaya harus memenuhi good aquaculture practices,” tegasnya. Good aquaculture practices adalah panduan standar yang memastikan proses budi daya ikan berjalan aman, higienis, dan ramah lingkungan.
Bukan Hanya Soal Kuantitas Produksi
Andy menekankan bahwa transformasi ini tidak boleh berhenti pada angka panen semata. Keamanan pangan bagi konsumen akhir menjadi tujuan yang sama bobotnya dengan peningkatan volume.
“Ini bukan hanya soal produksi, tapi juga memastikan pangan yang aman dan berkualitas,” katanya.
KKP menargetkan sektor budidaya tumbuh menjadi motor baru ekonomi sekaligus penopang ketahanan pangan nasional. Pernyataan ini disampaikan dalam forum bertema “Indonesia Food Safety Urgency: Towards a New Policy Framework” yang mempertemukan berbagai pemangku kepentingan di sektor pangan.
Realisasi 40 ribu lokasi budidaya tematik kini menjadi ujung tombak yang paling ditunggu. Seberapa cepat pembangunannya berjalan, dan seberapa merata sebarannya ke daerah, akan menentukan apakah transformasi ini mampu benar-benar mengurai ketergantungan Indonesia pada hasil tangkap laut.
Editor: Sela Rahmawati






