Trump Ancam Tarik 13.000 Tentara dari Italia dan Spanyol, Sekutu NATO Menolak Tudingan

Strategi News — Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengancam menarik pasukan militernya dari Italia dan Spanyol, menyusul ketegangan dengan sejumlah sekutu Eropa di tengah perselisihan soal keamanan Selat Hormuz. Ancaman itu disampaikan Trump pada Sabtu (2/5/2026), sehari setelah ia menyatakan tengah mempertimbangkan hal serupa terhadap Jerman.

“Mungkin saja… kenapa tidak? Italia tidak membantu kami dan Spanyol sangat buruk, benar-benar buruk,” kata Trump ketika ditanya soal kemungkinan penarikan pasukan dari kedua negara tersebut.

Bacaan Lainnya

Italia dan Spanyol Tolak Tudingan Trump

Menteri Pertahanan Italia Guido Crosetto langsung menolak klaim itu. Ia menyatakan dirinya “tidak memahami” alasan di balik ancaman Trump dan membantah bahwa Italia tidak membantu Amerika Serikat, khususnya dalam urusan keamanan maritim.

Perdana Menteri Spanyol Pedro Sánchez mengambil sikap lebih hati-hati. Pemerintahannya, kata Sánchez, tetap bekerja sama dengan para sekutu, namun selalu dalam kerangka hukum internasional.

Konteks ancaman ini berkaitan dengan penolakan kedua negara untuk mengizinkan penggunaan fasilitas militer bersama dalam operasi terkait Iran. Spanyol menolak memberikan izin penggunaan pangkalan militer untuk serangan terhadap Iran. Italia pun menolak penggunaan pangkalan udara di Sisilia bagi pesawat AS yang membawa senjata ke Iran.

36.400 Tentara AS Ada di Jerman, Ribuan Lainnya Tersebar di Italia dan Spanyol

Skala kehadiran militer AS di Eropa sangat besar. Data dari US Defense Manpower Data Center menunjukkan sekitar 68.000 personel militer aktif AS ditempatkan di seluruh Eropa per akhir tahun lalu. Lebih dari setengahnya, yakni sekitar 36.400 personel, berada di Jerman.

Di Italia, sekitar 13.000 personel tersebar di tujuh pangkalan angkatan laut. Di Spanyol, sekitar 3.800 personel ditempatkan di dua fasilitas bersama: pangkalan angkatan laut Rota dan pangkalan udara Morón.

Kehadiran militer itu bukan sekadar simbol. Selama puluhan tahun, pangkalan-pangkalan di Eropa berfungsi sebagai basis logistik utama untuk operasi AS di berbagai penjuru dunia, termasuk Irak, Afghanistan, dan kawasan sekitar Iran.

Pemicu: Kritik Kanselir Jerman dan Selat Hormuz

Ketegangan ini mencuat setelah Kanselir Jerman Friedrich Merz menyebut Amerika Serikat “dipermalukan” oleh Iran. Trump juga mengkritik sekutu-sekutu NATO yang dinilai tidak turut membantu membuka kembali Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis di Teluk Persia yang menghubungkan kawasan penghasil minyak Timur Tengah dengan pasar global.

Belum jelas seberapa jauh ancaman penarikan pasukan itu akan benar-benar direalisasikan. Sejauh ini, baik Roma maupun Madrid bersikap defensif sambil tetap mempertahankan posisi mereka dalam aliansi NATO. Respons resmi dari Washington terkait langkah konkret ke depan juga belum diberikan.

Penulis: Neneng Nurhayati
Editor: Pablo Gerald

Pos terkait