Haji Ifrad: Jenis Haji yang Pisahkan Pelaksanaan Haji dan Umrah Secara Berurutan

Strategi NewsHaji ifrad adalah satu dari tiga jenis pelaksanaan ibadah haji yang dikenal dalam syariat Islam. Pada jenis ini, jamaah menjalankan ibadah haji terlebih dahulu, lalu melaksanakan umrah secara terpisah setelahnya.

Dalam literatur fikih Islam, tiga jenis haji yang diakui adalah ifrad, tamattu, dan qiran. Ketiganya berbeda dari segi urutan pelaksanaan serta status ihram yang dikenakan jamaah. Haji ifrad dipilih karena memisahkan secara tegas antara rangkaian haji dan umrah, tidak menggabungkannya dalam satu ihram seperti pada haji qiran, dan tidak mengambil jeda ihram di antara keduanya seperti pada haji tamattu.

Haji Ifrad Dahulukan Haji, Umrah Menyusul

Secara harfiah, kata ifrad berasal dari bahasa Arab yang berarti “menyendirikan” atau “memisahkan”. Sesuai namanya, pelaksanaan haji ifrad berarti jamaah berniat ihram khusus untuk haji sejak miqat, menyelesaikan seluruh rukun dan wajib haji, baru kemudian berniat umrah secara mandiri.

Urutan ini berbeda dari haji tamattu, yang justru mendahulukan umrah sebelum haji. Jamaah tamattu bertahallul setelah umrah, lalu berihram kembali untuk haji pada waktunya. Jamaah ifrad tidak bertahallul di antara keduanya dalam rangkaian niat yang sama.

Dalil dan Kedudukan Haji Ifrad

Para ulama merujuk sejumlah hadis Nabi Muhammad SAW sebagai dasar pelaksanaan haji ifrad. Sebagian ulama mazhab, termasuk kalangan Malikiyah dan Syafiiyah, memandang haji ifrad sebagai jenis yang paling utama dibanding dua jenis lainnya. Argumen mereka berpijak pada riwayat yang menyebutkan bahwa Nabi SAW melaksanakan haji dengan cara ifrad.

Di sisi yang berbeda, ulama mazhab Hanabilah dan sebagian Hanafiyah menilai haji qiran atau tamattu lebih unggul. Perbedaan pendapat ini sudah berlangsung berabad-abad dan bersifat khilafiyah, yakni perbedaan ijtihad yang masih dalam koridor yang dibenarkan.

Satu hal yang disepakati: haji ifrad tidak mewajibkan jamaah membayar dam (denda berupa menyembelih hewan). Ini berbeda dari haji tamattu dan qiran yang mewajibkan dam hadyu bagi pelakunya.

Tata Cara Pelaksanaan Haji Ifrad

Jamaah yang memilih haji ifrad memulai ihram dari miqat dengan niat khusus untuk haji. Mereka kemudian menjalankan seluruh rangkaian ibadah haji: wukuf di Arafah, mabit di Muzdalifah, melontar jumrah di Mina, tawaf ifadah, dan sai antara Safa dan Marwa.

Setelah seluruh rukun haji tuntas dan jamaah telah bertahallul sempurna, barulah umrah dilaksanakan sebagai ibadah terpisah. Niat umrah dimulai dari miqat yang telah ditentukan, diikuti tawaf, sai, dan tahallul.

Jamaah haji asal Indonesia umumnya lebih banyak melaksanakan haji tamattu karena ketentuan dari Kementerian Agama yang menyesuaikan dengan kondisi perjalanan jamaah reguler. Pilihan haji ifrad lebih sering dilakukan oleh jamaah yang datang langsung dari negara-negara di sekitar Arab Saudi, atau mereka yang sudah bermukim di sana, karena akses ke Makkah yang lebih mudah memungkinkan pelaksanaan dua ibadah secara terpisah tanpa kendala logistik.

Penulis: pablogerald
Editor: Ilham Maulana

Pos terkait