Strategi News — Chery memperluas penerapan teknologi Variable Power Distribution (VPD) ke dua model unggulannya, Tiggo 7 dan Tiggo 8, dengan jadwal peluncuran mulai 2026 untuk pasar Timur Tengah dan Asia Tenggara. Pengumuman ini menjadi salah satu sorotan dari ajang Beijing Auto Show 2026.
Kehadiran VPD di kedua model tersebut menandai pergeseran strategi Chery dari sekadar produsen kendaraan massal menjadi pemain teknologi otomotif yang menyasar segmen konsumen lebih luas di kawasan berkembang. Beijing Auto Show 2026 menjadi panggung utama perusahaan asal Tiongkok itu untuk memamerkan arah teknologi mereka ke depan.
VPD: Teknologi yang Dibawa Chery ke Pasar Asia Tenggara
VPD, atau Variable Power Distribution, adalah sistem manajemen tenaga yang memungkinkan distribusi daya lebih efisien di antara komponen penggerak kendaraan. Teknologi ini sebelumnya hanya tersedia di segmen tertentu, dan kini Chery membawanya turun ke lini Tiggo 7 dan Tiggo 8 yang lebih terjangkau.
Baca Juga:
Asia Tenggara, termasuk Indonesia, masuk dalam daftar pasar prioritas peluncuran. Wilayah ini memang tengah tumbuh sebagai salah satu medan persaingan utama merek-merek otomotif Tiongkok yang agresif berekspansi ke luar negeri.
Tiggo 7 dan Tiggo 8 Jadi Ujung Tombak Ekspansi
Pemilihan Tiggo 7 dan Tiggo 8 bukan tanpa alasan. Kedua model SUV ini sudah punya basis konsumen di beberapa negara Asia Tenggara dan Timur Tengah, sehingga penambahan fitur VPD diharapkan mendongkrak daya saing mereka di segmen yang kian ketat.
Chery tampaknya tidak ingin tertinggal dari rival sesama merek Tiongkok seperti BYD dan SAIC yang juga gencar mendorong inovasi teknologi ke pasar luar negeri. Dengan mengemas VPD ke dalam model yang sudah dikenal, mereka memangkas kurva adopsi konsumen.
Rincian spesifikasi teknis lengkap dan harga untuk masing-masing pasar belum diumumkan secara resmi. Konsumen di Asia Tenggara kemungkinan perlu menunggu pengumuman lanjutan dari distributor lokal Chery di masing-masing negara.
Editor: Sela Rahmawati