Strategi News — Dua medali emas sekaligus dibawa pulang Ponorogo pada hari pertama Jatim Open 2026. Keduanya disumbangkan satu atlet: Rizky Ahmad Jaelani, remaja binaan PASI Ponorogo yang sudah dilatih sejak 2021.
Rizky tampil dominan di kelompok umur senior U-18, menaklukkan nomor tolak peluru dengan lemparan sejauh 15,13 meter dan lempar cakram 46,34 meter. Kejuaraan atletik yang digelar PASI Jawa Timur ini berlangsung di Lapangan Oentoeng Poedjadi, Universitas Negeri Surabaya (UNESA), Jumat (1/5/2026) hingga Minggu (3/5/2026).
Persaingannya bukan ringan. “Padahal persaingan sangat ketat karena atlet dari Jakarta, Jawa Barat, Kalimantan, Sulawesi, dan Jambi ambil bagian dalam Jatim Open 2026,” kata Sukat, Ketua Harian PASI Ponorogo, Sabtu (2/5/2026).
Baca Juga:
PASI Ponorogo Kirim 6 Atlet, Bidik Tiket Pelatnas
Ponorogo menurunkan enam atlet dalam kejuaraan ini. Mereka bertanding di nomor lempar cakram, tolak peluru, lempar lembing, lari, dan lompat jauh. Beberapa atlet mengikuti lebih dari satu nomor sekaligus.
Jatim Open bukan sekadar kejuaraan biasa. Ajang tahunan ini menjadi salah satu jalur seleksi menuju pemusatan latihan nasional (pelatnas), sehingga hasil di sini punya bobot lebih besar dibanding kompetisi daerah seperti Porprov maupun Popda.
“Target kami dari enam atlet itu kami harus ada yang masuk pelatnas. Persaingan di Jatim Open lebih ketat dibandingkan porprov dan popda. Pertandingan belum selesai, masih ada peluang menambah medali,” jelas Sukat.
Peluang tambahan medali masih terbuka dari nomor lari 1.500 meter yang masih menjalani babak penyisihan. PASI Ponorogo juga mengirimkan 23 atlet ke Blitar Open pada akhir Mei, untuk menambah jam terbang dan mengasah mental bertanding para atletnya.
1.450 Pelajar Ikut Seleksi PAC, Rizky Lahir dari Sana
Di balik prestasi Rizky, ada proses pembinaan panjang. PASI Ponorogo menjalankan program Ponorogo Athletic Competition (PAC), ajang tahunan pencarian bibit atlet potensial dari kalangan pelajar. Pada PAC kedua yang digelar April lalu, tercatat sekitar 1.450 pelajar ikut berpartisipasi.
Atlet-atlet terbaik dari seleksi itu kemudian masuk program pembinaan PASI. Rizky sendiri sudah bergabung sejak 2021. “Untuk regenerasi atlet, kami setiap tahun menggelar PAC. Selain jalur seleksi dari O2SN,” ujar Sukat.
Kendati demikian, PASI Ponorogo menghadapi satu kendala fasilitas yang cukup mengganggu proses latihan. Lintasan atletik di Stadion Batoro Katong Ponorogo belum memenuhi standar, sehingga pengukuran kemampuan atlet nomor lari tidak bisa dilakukan secara akurat. Keterbatasan ini menjadi pekerjaan rumah yang belum terselesaikan di tengah ambisi menembus pelatnas.
Kompetisi Jatim Open 2026 masih berlangsung hingga Minggu (3/5/2026). Hasil akhir perolehan medali Ponorogo, termasuk dari nomor lari 1.500 meter, akan menentukan seberapa banyak atlet mereka yang layak masuk radar pelatnas nasional.
Editor: Sela Rahmawati