Hankook Salurkan 2.500 Kg Asam Format dan Latih 200 Petani Karet di Sumatera Selatan

Strategi News — PT Hankook Tire Indonesia menyalurkan bantuan bahan produksi dan pelatihan teknis kepada 200 petani karet di Sumatera Selatan sebagai bagian dari program keberlanjutan pasokan karet alam yang sudah berjalan sejak 2022.

“Kami memahami bahwa ban berkualitas berawal dari karet yang diolah dengan proses koagulasi yang tepat, namun penggunaan bahan koagulan tertentu masih berisiko bagi kesehatan dan lingkungan,” kata Presiden Direktur PT Hankook Tire Indonesia, Jung Jinkyun, dalam keterangan tertulis, Senin.

Paket Bantuan: 2.500 Kg Asam Format, 1.000 Kg Pupuk NPK, dan 200 Pisau Sadap

Program bertajuk Coagulant Aid Program for Quality and Sustainable Rubber ini menyalurkan tiga jenis bantuan sekaligus: 2.500 kg asam format (formic acid), 1.000 kg pupuk NPK, serta 200 pisau sadap. Formic acid berperan sebagai bahan penggumpal lateks, menggantikan koagulan konvensional yang selama ini berisiko bagi kesehatan petani maupun lingkungan sekitar kebun.

Jung Jinkyun menjelaskan bahwa formic acid membantu proses pengentalan lateks agar menghasilkan bahan baku yang lebih konsisten sesuai standar industri ban. Perusahaan berbasis di Cikarang, Jawa Barat ini ingin memastikan kualitas karet dijaga sejak tingkat petani, bukan hanya di lini produksi pabrik.

“Oleh karena itu, melalui donasi asam format hari ini, kami menghadirkan solusi bahan pengental ramah lingkungan dan aman bagi kesehatan para petani, serta memastikan bahwa proses pengolahan yang lebih terstandarisasi, efisien, kualitas bahan baku dapat lebih terjamin,” kata Jung Jinkyun.

200 Petani Ikuti Pelatihan dan Demonstrasi Langsung

Bantuan fisik saja tidak cukup. Hankook melengkapi program ini dengan sesi pelatihan teknis dan demonstrasi langsung kepada 200 petani karet mengenai cara penggunaan formic acid yang tepat dan aman, termasuk takaran yang dianjurkan agar tidak mencemari lingkungan sekaligus menekan biaya produksi.

Chaikrit Rattana, Direktur PT Sri Trang Lingga Indonesia yang menjadi mitra strategis Hankook dalam distribusi bahan baku karet alam, turut menyoroti pentingnya konsistensi proses sejak hulu. “Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif, tidak hanya dalam meningkatkan kualitas pengolahan karet, tetapi juga memperkuat hubungan antara petani dan pelaku industri,” ujarnya.

PT Sri Trang Lingga Indonesia berperan sebagai penghubung antara petani lokal dan kebutuhan bahan baku berspesifikasi teknis pabrik ban Hankook.

Program Berjalan Sejak 2022, Terus Diperluas

Hankook pertama kali meluncurkan program ini pada 2022 dan secara konsisten memperluas jangkauannya dari tahun ke tahun. Sasaran utamanya adalah menekan persoalan yang kerap muncul di sektor hulu industri karet, terutama ketidakkonsistenan kualitas dan meningkatnya biaya produksi yang dirasakan petani kecil.

Karet alam dari Sumatera Selatan merupakan salah satu sumber bahan baku utama industri ban nasional. Kualitas lateks yang tidak terstandarisasi sejak proses penggumpalan di kebun bisa berdampak langsung pada hasil akhir produk, sehingga intervensi di level petani menjadi kunci bagi produsen ban seperti Hankook untuk menjaga mutu produksinya.

Dengan kombinasi bantuan bahan, alat sadap, pupuk, dan pelatihan teknis, program ini menargetkan perubahan praktik pengolahan karet secara bertahap di kalangan petani mitra, seiring ekspansi yang terus dilakukan Hankook di wilayah sentra karet Sumatera.

Penulis: Agung Sadikin
Editor: Ilham Maulana

Pos terkait