Strategi News — Indonesia kehilangan devisa hingga Rp160 triliun setiap tahun akibat tingginya minat warganya berobat ke luar negeri. Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi Brian Yuliarto menyebut angka itu sebagai kerugian nyata yang harus segera diatasi.
Brian mengungkapkan fenomena ini dalam program Profit di CNBC Indonesia, Senin (4/5/2026). Menurutnya, arus devisa di sektor kesehatan terus bocor ke negara-negara tetangga — terutama Malaysia, Singapura, Thailand, dan Korea — seiring semakin banyaknya warga Indonesia yang memilih fasilitas medis di luar negeri dibanding dalam negeri.
Sekali Berobat Bisa Habis Rp50 Juta
Biaya berobat ke luar negeri bukan angka kecil. Satu kali kunjungan medis ke klinik di negara-negara tujuan tersebut bisa menguras kocek hingga Rp50 juta. Meski begitu, antrean warga Indonesia di klinik-klinik luar negeri itu terus ramai.
Baca Juga:
Malaysia dan Singapura masih menjadi destinasi paling populer, terutama bagi warga Sumatra dan Kalimantan yang secara geografis lebih dekat ke Kuala Lumpur atau Penang ketimbang ke rumah sakit besar di Jakarta. Korea dan Thailand mulai diminati untuk layanan estetika dan perawatan khusus.
Apa yang Membuat WNI Memilih Keluar Negeri?
Pertanyaan utama yang muncul adalah: mengapa warga rela mengeluarkan biaya besar dan menempuh perjalanan jauh hanya untuk berobat?
Brian tidak merinci secara lengkap faktor penyebabnya dalam kesempatan itu, namun persoalan kepercayaan terhadap fasilitas dan tenaga medis lokal, waktu tunggu yang panjang, serta ketersediaan alat diagnostik canggih kerap disebut sebagai alasan umum yang mendorong warga memilih layanan kesehatan di luar negeri.
Pemerintah Indonesia sejauh ini terus berupaya memperkuat kapasitas rumah sakit dalam negeri agar mampu menahan arus kepergian pasien ke luar negeri. Kebocoran devisa sebesar Rp160 triliun per tahun menjadikan isu wisata medis ini bukan sekadar urusan kesehatan, melainkan juga masalah ekonomi nasional yang memerlukan respons sistemik dari berbagai kementerian.
Editor: Ilham Maulana