63.000 Ton Beras di Gudang Bulog Sumut Cukup untuk 5 Bulan, DPR Pastikan Stok Aman

Strategi News — 63.000 ton — itulah jumlah beras yang tersimpan di gudang Bulog Sumatera Utara saat ini, cukup untuk memenuhi kebutuhan warga Sumut selama lima bulan ke depan. Angka itu terungkap saat anggota DPR RI meninjau langsung fasilitas penyimpanan Bulog Sumut di Medan, Senin.

Kunjungan tersebut dipimpin Anggota DPR RI Komisi XII Ade Jona Prasetyo, didampingi Anggota DPR RI Husni, Wakil Ketua DPRD Sumut Ikhwan Ritonga, serta Anggota DPRD Sumut Beni Harianto Sihotang.

Bacaan Lainnya

Stok Beras dan Minyakita Dinyatakan Aman

Ade Jona menyebut peninjauan ini bertujuan memastikan dua komoditas utama tersedia bagi masyarakat. “Kunjungan tersebut untuk melihat stok pangan seperti beras dan Minyakita,” ujarnya. Dari hasil pemantauan, stok Minyakita di wilayah Sumut juga tercatat sebanyak 4,6 juta liter dan dinyatakan aman.

“Pemeriksaan itu juga bertujuan untuk memastikan bahan pangan tersebut aman, sehingga tidak terjadi kekurangan di setiap wilayah,” kata Ade Jona.

Peninjauan ini bukan sekadar rutinitas administratif. Salah satu latar belakangnya adalah ancaman El Nino, fenomena cuaca yang bisa memicu kekeringan dan mengancam produksi padi di berbagai daerah. Pemerintah ingin memastikan cadangan pangan mencukupi sebelum dampaknya benar-benar terasa di tingkat konsumen.

Bulog Bisa Minta Tambahan Stok dari Pusat

Pemimpin Wilayah Perum Bulog Sumatera Utara Budi Cahyanto menegaskan bahwa stok yang ada saat ini sudah dalam kondisi kuat. “Stok beras di gudang sebanyak 63.000 ton tersebut cukup kuat untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di Sumut. Selain itu, tambahan beras juga dapat diminta dari pusat untuk memperkuat cadangan pangan,” kata Budi.

Stok itu pun terus bergerak dinamis. Bulog Sumut aktif menyerap gabah kering panen (GKP) langsung dari petani di wilayah Sumatera Utara, sehingga cadangan tidak semata bergantung pada pasokan dari luar daerah.

Budi menambahkan bahwa pemerintah saat ini sangat fokus pada penyediaan bahan pangan guna menekan harga di pasar. Artinya, ketersediaan stok bukan hanya soal ketahanan pangan, tapi juga instrumen untuk menjaga daya beli warga agar harga tidak melonjak di pasaran.

Dengan cadangan beras yang mencukupi hingga lima bulan ke depan dan opsi penambahan stok dari pusat yang tetap terbuka, warga Sumatera Utara diharapkan tidak perlu khawatir menghadapi gejolak harga pangan dalam waktu dekat.

Penulis: Hamzah Diaz
Editor: Pablo Gerald

Pos terkait