Strategi News — Empat orang meninggal dunia dan 38 lainnya menjalani perawatan di rumah sakit setelah KA Argo Bromo Anggrek menabrak KRL Commuter Line di Bekasi Timur, Jawa Barat. Tabrakan dua rangkaian kereta itu menjadi salah satu kecelakaan kereta paling serius yang terjadi di jalur tersebut.
KA Argo Bromo Anggrek Hantam KRL Commuter Line
Kecelakaan terjadi di wilayah Bekasi Timur, Jawa Barat, ketika KA Argo Bromo Anggrek, kereta ekspres jarak jauh yang melayani rute Jakarta–Surabaya, menghantam rangkaian KRL Commuter Line yang beroperasi di jalur yang sama. Benturan keras antara dua kereta itu mengakibatkan korban di kalangan penumpang KRL.
Sebanyak 38 penumpang KRL dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis. Empat di antaranya tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia.
Baca Juga:
38 Korban Luka Dirawat, Evakuasi Digelar di Lokasi
Proses evakuasi korban dilakukan di lokasi kejadian. Para korban luka dibawa ke sejumlah rumah sakit terdekat di kawasan Bekasi untuk penanganan lebih lanjut. Kondisi sebagian korban dilaporkan dalam keadaan serius akibat benturan.
Pihak kepolisian dan petugas terkait turun ke lokasi pascakecelakaan. Penyelidikan atas penyebab tabrakan masih berlangsung.
KA Argo Bromo Anggrek merupakan kereta eksekutif jarak jauh milik PT Kereta Api Indonesia (KAI) yang melayani rute Gambir di Jakarta menuju Surabaya Pasar Turi. KRL Commuter Line sendiri adalah layanan kereta komuter perkotaan yang melayani jutaan penumpang setiap harinya di wilayah Jabodetabek. Dua jenis kereta ini beroperasi pada jalur rel yang sama di sejumlah segmen, sehingga koordinasi jadwal dan sinyal menjadi krusial untuk mencegah insiden.
Jumlah korban meninggal dan yang masih menjalani perawatan berpotensi berubah seiring penanganan medis yang terus berlangsung. Publik menunggu keterangan resmi dari PT KAI dan otoritas terkait mengenai kronologi lengkap serta penyebab pasti tabrakan ini.
Editor: Nunung Septiana
