Hilirisasi Tahap II Nasional Digenjot, Pengamat Sebut Bisa Perkuat Pendapatan Negara

Strategi News — Pemerintah Indonesia mempercepat pelaksanaan hilirisasi nasional tahap II sebagai kelanjutan program transformasi industri berbasis sumber daya alam. Program ini dirancang untuk meningkatkan nilai tambah ekonomi sekaligus memperbesar penerimaan negara dari sektor pengolahan komoditas domestik.

Hilirisasi, dalam konteks kebijakan industri Indonesia, merujuk pada strategi pengolahan bahan baku mentah di dalam negeri sebelum diekspor, alih-alih menjual komoditas mentah langsung ke pasar global. Pendekatan ini bertujuan agar nilai ekonomi yang dihasilkan dari kekayaan alam Indonesia tidak sebagian besar dinikmati oleh negara lain yang melakukan proses pengolahan.

Bacaan Lainnya

Pengamat: Hilirisasi Tahap II Buka Peluang Besar bagi Ekonomi Domestik

Kalangan pengamat ekonomi menilai kelanjutan proyek hilirisasi nasional tahap II membawa misi besar. Menurut mereka, program ini berpotensi mendongkrak pertumbuhan ekonomi nasional sekaligus menambah pendapatan negara secara signifikan, seperti dilaporkan Sindonews.

Nilai tambah yang dimaksud mencakup penciptaan lapangan kerja di sektor industri pengolahan, peningkatan ekspor produk jadi bernilai tinggi, serta transfer teknologi yang mendorong kemampuan industri dalam negeri. Ketiga faktor itu dianggap sebagai fondasi penting bagi pertumbuhan ekonomi jangka panjang.

Hilirisasi sebagai Tulang Punggung Transformasi Industri

Program hilirisasi nasional tahap pertama sebelumnya difokuskan pada komoditas nikel, dengan larangan ekspor bijih nikel mentah yang mulai diberlakukan pada 2020. Kebijakan itu kemudian mendorong masuknya investasi besar di sektor smelter dan industri turunan baterai kendaraan listrik.

Tahap II program ini diperkirakan memperluas cakupan ke komoditas lain. Namun detail komoditas prioritas dan target pendapatan negara dari program tahap kedua ini belum dirinci secara resmi dalam laporan yang beredar.

Pemerintah menaruh harapan besar pada program ini untuk mengurangi ketergantungan pada ekspor bahan mentah yang selama ini menjadi karakteristik utama struktur ekspor Indonesia. Dorongan percepatan hilirisasi tahap II menjadi bagian dari agenda besar transformasi ekonomi yang terus digulirkan.

Penulis: Nunung Septiyana
Editor: Nunung Septiana

Pos terkait