Strategi News — Rabu (29/4), Presiden Prabowo Subianto meresmikan dimulainya pembangunan 13 proyek hilirisasi nasional tahap kedua yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia. Peresmian ini menandai kelanjutan program pengolahan sumber daya alam dalam negeri yang menjadi salah satu prioritas pemerintah.
13 Proyek Tersebar di Berbagai Daerah
Ke-13 proyek hilirisasi tahap kedua ini berlokasi di sejumlah wilayah Indonesia. Pemerintah tidak merinci satu per satu lokasi dan jenis proyek dalam peresmian tersebut, namun penyebarannya di berbagai daerah mencerminkan pendekatan desentralisasi dalam pengembangan industri pengolahan nasional.
Hilirisasi, secara umum, merujuk pada proses pengolahan bahan mentah menjadi produk bernilai tambah sebelum diekspor atau didistribusikan ke pasar domestik. Kebijakan ini bertujuan agar Indonesia tidak hanya mengekspor komoditas mentah, tetapi juga menikmati nilai ekonomi lebih besar dari sumber daya yang dimiliki.
Baca Juga:
Tahap Kedua dari Program Hilirisasi Nasional
Peluncuran tahap kedua ini mengikuti proyek-proyek hilirisasi tahap pertama yang sebelumnya telah berjalan. Pemerintahan Prabowo menempatkan hilirisasi sebagai pilar utama dalam agenda pembangunan ekonomi nasional, melanjutkan arah kebijakan serupa dari periode sebelumnya yang sempat memicu ketegangan dagang internasional, terutama terkait larangan ekspor bijih nikel mentah.
Peresmian oleh Presiden Prabowo secara langsung menunjukkan bobot politik yang diberikan pemerintah terhadap program ini. Pembangunan fisik 13 proyek kini resmi dimulai.
Editor: Sela Rahmawati