Laba Bersih Pertamina Gas Naik 21,43%, Salurkan Gas 1.500 MMSCFD ke Seluruh Indonesia

Strategi News — Kebutuhan gas bumi industri dan rumah tangga di Indonesia kini ditopang oleh volume penyaluran yang menembus angka lebih dari 1.500 MMSCFD (million standard cubic feet per day), angka yang mencerminkan besarnya infrastruktur energi midstream yang dikelola PT Pertamina Gas (Pertagas) sepanjang 2025.

Pertagas mencatat pendapatan senilai USD 861,51 juta sepanjang tahun 2025, diiringi lonjakan laba bersih sebesar 21,43 persen. Kinerja ini disampaikan Direktur Utama PT Pertamina Gas, Indra P. Sembiring, dalam program Squawk Box CNBC Indonesia, Kamis (30/4/2026).

Tiga Lini Bisnis Penopang Kinerja: Gas, Minyak, dan Regasifikasi

Perolehan tersebut bukan berasal dari satu segmen saja. Bisnis transportasi gas membukukan volume penyaluran lebih dari 1.500 MMSCFD. Segmen transportasi minyak menyalurkan lebih dari 174 ribu barel per hari (BOPD). Bisnis regasifikasi, yakni proses konversi gas alam cair (LNG) kembali ke bentuk gas untuk didistribusikan, mencatatkan volume lebih dari 155 BBTUD (billion British thermal unit per day).

Ketiga lini ini beroperasi melalui empat anak usaha Pertagas: Perta Arun Gas, PT Perta-Samtan Gas, PT Pertaga Niaga, dan Perta Daya Gas.

Permintaan Gas Tumbuh Seiring Ekonomi Nasional

Indra P. Sembiring menjelaskan posisi strategis perusahaan dalam rantai energi nasional. “Bisnis Pertagas berada di midstream sektor migas RI,” ujarnya. Midstream merujuk pada segmen penghubung antara produksi (hulu) dan distribusi akhir ke konsumen (hilir), mencakup transportasi, penyimpanan, dan pemrosesan gas.

Pertumbuhan permintaan gas yang sejalan dengan ekspansi ekonomi nasional mendorong Pertagas memperluas jangkauan infrastrukturnya. Tujuannya satu: memastikan kebutuhan gas dalam negeri terpenuhi, termasuk dari sektor industri yang menjadi tulang punggung konsumsi energi.

Target Ekspansi 2026

Dengan fondasi kinerja 2025 yang solid, Pertagas menyiapkan strategi ekspansi untuk tahun ini. Indra P. Sembiring menyebut rencana tersebut dalam dialog yang ditayangkan Kamis (30/4/2026), meski detail target volume dan investasi belum diungkap secara rinci ke publik.

Industri energi nasional kini menunggu realisasi ekspansi infrastruktur Pertagas, khususnya sejauh mana jaringan pipa dan fasilitas regasifikasi dapat menjangkau wilayah yang selama ini bergantung pada energi substitusi yang lebih mahal.

Penulis: Restu Alamsyah
Editor: Nunung Septiana

Pos terkait