Strategi News — Selasa (28/4/2026) pagi di Grhadhika Bhakti Praja, Semarang, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah resmi mematok dua target ambisius dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Provinsi: 1.000 desa wisata dan 1.000 konten kreator lokal sebagai tulang punggung pertumbuhan ekonomi daerah pada 2027.
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mewakili Gubernur Ahmad Luthfi dalam forum yang melibatkan kepala daerah dari 35 kabupaten/kota itu. Ia langsung memaparkan arah Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2027 yang mengusung tema Mengembangkan Pariwisata Berkelanjutan dan Ekonomi Syariah sebagai Tulang Punggung Pertumbuhan Ekonomi.
1.000 Konten Kreator Siap Promosikan Destinasi Desa
Dua angka itu bukan sekadar target kuantitatif. Pemprov Jateng merancang keduanya sebagai paket terintegrasi: desa wisata dibangun, konten kreator lokal disiapkan untuk mempromosikannya secara digital. “Kita menargetkan pembentukan 1.000 desa atau kampung wisata yang terintegrasi. Untuk mendukung itu, kita siapkan 1.000 konten kreator, guna memperkuat promosi destinasi,” kata Taj Yasin.
Baca Juga:
Pria yang akrab disapa Gus Yasin itu menambahkan, konsep pariwisata yang diusung diarahkan inklusif dan ramah muslim. Fasilitas wisata wajib dapat diakses dengan nyaman oleh perempuan, anak-anak, serta penyandang disabilitas.
Jateng Peringkat 6 Nasional dalam Kapasitas Fiskal
Pemerintah pusat memberi catatan positif atas arah pembangunan ini. Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto menyebut Jawa Tengah menduduki peringkat ke-6 secara nasional dalam hal kapasitas fiskal daerah.
“Kemandirian daerahnya sangat kuat. Jateng telah keluar dari pola pikir lama dengan tidak hanya bertumpu pada dana pusat, tetapi terus berinovasi mengungkit ekonomi melalui sektor kreatif,” ujar Bima Arya.
Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy melihat posisi Jateng lebih jauh. Ia menilai pertumbuhan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang dipadukan dengan pariwisata berpotensi menjadikan Jateng sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru di level nasional. “Jika kawasan industri dan Kawasan Ekonomi Khusus terus tumbuh di sini, maka Jawa Tengah akan menjadi pusat reindustrialisasi dan pusat pertumbuhan baru dalam perencanaan ekonomi nasional kita,” tegasnya.
Ekonomi Syariah dan Program Kecamatan Berdaya
Pembangunan pariwisata desa itu disinkronkan dengan penguatan ekonomi syariah. Melalui program Kecamatan Berdaya, Pemprov Jateng berupaya mendekatkan layanan perlindungan dan pemberdayaan masyarakat hingga ke tingkat akar rumput.
Musrenbang kali ini juga melibatkan forum anak dan kelompok disabilitas, guna memastikan perencanaan 2027 menjawab kebutuhan riil seluruh lapisan masyarakat. Dokumen RKPD 2027 yang disusun dari forum ini akan menjadi acuan anggaran dan program pembangunan Jawa Tengah dua tahun ke depan.
Editor: Ilham Maulana