CFD Alun-Alun Kembang Joyo Pati Kembali Ramai, Penataan dan Penambahan Lampu Dijadwalkan Mei 2026

Strategi News — Minggu (26/4/2026) pagi, Alun-Alun Kembang Joyo di Kabupaten Pati kembali dipenuhi warga. Kegiatan car free day (CFD) yang digelar rutin setiap Minggu genap itu menghadirkan ratusan warga untuk berolahraga, bersantai, dan menghabiskan waktu bersama keluarga, sekaligus membuka ruang transaksi bagi para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang berjualan di pasar pagi kawasan tersebut.

Plt Bupati Pati Pantau Langsung CFD, Singgung Penataan Mei

Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, hadir langsung meninjau jalannya kegiatan. Dalam kesempatan itu, ia mengumumkan rencana penataan kawasan alun-alun yang dijadwalkan bergulir bulan depan.

Bacaan Lainnya

“Nanti bulan Mei juga kita adakan penataan di Alun-Alun Kembang Joyo, dan untuk penerangan juga akan kita lakukan pengadaan di sini,” kata Risma di lokasi.

Penambahan fasilitas penerangan menjadi bagian dari rencana itu. Risma berharap perbaikan fisik kawasan dapat mendorong lebih banyak warga datang, sekaligus mengangkat omzet pedagang UMKM yang selama ini menggantungkan pemasukan dari keramaian alun-alun.

“Supaya Alun-Alun Kembang Joyo ini bisa ramai lagi, bisa meriah lagi, bisa menjadi tempat berkumpul keluarga, sehingga UMKM di Alun-Alun Kembang Joyo ini bisa ramai kembali,” tambahnya.

UMKM Lokal Manfaatkan CFD sebagai Ajang Promosi

CFD di Alun-Alun Kembang Joyo bukan sekadar agenda olahraga pagi. Pasar Minggu yang menyertai kegiatan itu menjadi wadah promosi dan transaksi langsung bagi pelaku UMKM Pati. Pemerintah Kabupaten Pati memandang kegiatan mingguan ini sebagai salah satu cara mendorong pemulihan ekonomi lokal sekaligus mengoptimalkan fungsi ruang terbuka publik di pusat kota.

Alun-alun sebagai ruang publik memang lazim difungsikan sebagai pusat aktivitas warga di banyak kota di Jawa. Keberadaan pasar pagi atau CFD di kawasan alun-alun kerap terbukti meningkatkan kunjungan warga dan perputaran uang di lingkungan sekitar, terutama bagi pedagang kaki lima dan usaha skala kecil.

Risma menyampaikan bahwa penataan kawasan yang direncanakan pemerintah daerah bertujuan menciptakan ruang publik yang lebih tertata, aman, dan produktif, sehingga dampaknya dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh masyarakat sekitar alun-alun.

Publik kini menunggu realisasi penataan dan penambahan lampu yang dijanjikan Risma rampung pada Mei 2026, sebagai bagian dari upaya menghidupkan kembali denyut ekonomi dan sosial di jantung Kota Pati.

Penulis: Ilham Maulana
Editor: Sela Rahmawati

Pos terkait