Unit 250 MW PLTS Basra Sun Beroperasi Maret 2026, Irak Bangun 2 Juta Panel Surya di Gurun

Strategi News — Maret 2026, di tengah hamparan gurun Basra di selatan Irak, unit pertama pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) ‘Basra Sun’ berkapasitas 250 megawatt resmi tersambung ke jaringan listrik nasional. Ini bukan proyek kecil. Ketika selesai penuh, ladang surya ini akan menampung sekitar 2 juta panel surya dan menghasilkan total satu gigawatt listrik dari empat unit berkapasitas setara.

Haider Adnan, pengawas TotalEnergies di lokasi proyek, membenarkan pengoperasian unit pertama tersebut kepada Reuters. “Proyek lengkap ini dirancang untuk menghasilkan satu gigawatt listrik di empat unit 250 megawatt,” kata Adnan, seraya menyebut angka 2 juta panel surya yang akan menutupi sebagian permukaan gurun Basra.

Teknologi Pelacak Matahari dan Sistem Pembersih Robot

Bukan panel surya biasa yang dipasang diam menghadap langit. Manajer proyek Haider Issa menjelaskan bahwa pembangkit ini memakai sistem pelacakan matahari, sebuah mekanisme yang membuat posisi panel terus mengikuti pergerakan matahari sepanjang hari agar penyerapan cahaya tetap optimal. Issa juga menyebut penggunaan teknologi pembersihan kering robotik untuk merawat panel dari debu gurun tanpa perlu air, sumber daya yang sangat terbatas di Irak selatan.

Irak tercatat sebagai negara ke-39 yang paling kekurangan air di dunia, menurut laporan PBB tahun 2022. Negara ini juga masuk dalam daftar lima negara yang paling terdampak perubahan iklim secara global.

Bagian dari Proyek Multi-Energi GGIP Senilai Triliunan Rupiah

PLTS Basra Sun bukan berdiri sendiri. Proyek ini merupakan satu komponen dari Gas Growth Integrated Project (GGIP), program multi-energi yang diluncurkan TotalEnergies pada 2023 bersama Basra Oil Company dan QatarEnergy. GGIP dirancang untuk memperkuat pasokan listrik Irak dari berbagai sisi sekaligus.

Selain membangun ladang surya, GGIP juga mencakup penangkapan gas yang selama ini dibakar sia-sia di tiga ladang minyak di selatan Irak, pengembangan kembali ladang minyak Ratawi, serta pembangunan pabrik pengolahan air laut. Para pejabat Irak menyebut proyek ini sebagai bagian dari upaya mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil sekaligus menekan tekanan dari krisis pasokan gas yang selama ini menjadi beban sistem kelistrikan nasional.

Negara Minyak yang Mulai Melirik Matahari

Irak selama puluhan tahun mengandalkan ekspor minyak bumi sebagai tulang punggung ekonomi negara. Kini, di provinsi Basra yang juga menjadi pusat ladang minyak terbesar negara itu, kincir angin perubahan mulai berhembus dalam bentuk panel-panel biru mengkilap yang menghadap matahari gurun.

Upaya diversifikasi energi ini datang di tengah tekanan ganda: kebutuhan listrik domestik yang terus meningkat dan krisis pasokan gas yang kerap mengganggu pembangkit listrik konvensional. Dengan unit pertama Basra Sun yang sudah tersambung ke jaringan nasional sejak Maret 2026, tiga unit berikutnya masih dalam tahap pengerjaan menuju target satu gigawatt penuh.

Penulis: Agung Sadikin
Editor: Nunung Septiana

Pos terkait