Prabowo Lempar Baju Safari ke 200 Ribu Buruh di Monas saat May Day 2026

Strategi News — Jumat (1/5), suasana di kawasan Monumen Nasional, Jakarta, mendadak memanas bukan karena demonstrasi, melainkan karena kejutan dari Presiden Prabowo Subianto. Di hadapan sekitar 200 ribu buruh yang memadati Monas untuk perayaan Hari Buruh Internasional 2026, Prabowo membuka kancing baju safari yang dipakainya lalu melemparkannya ke kerumunan massa.

Reaksi buruh langsung meledak. Ratusan orang berhamburan berebut baju tersebut, berlomba-lomba menjangkaunya sebelum jatuh ke tangan orang lain. Momen itu terjadi tepat seusai Prabowo menyampaikan sambutan yang didampingi perwakilan serikat buruh di panggung utama.

Bacaan Lainnya

Prabowo Tinggalkan Panggung Berkaos Hitam, Salami Buruh Satu per Satu

Setelah baju safarinya terbang ke tengah lautan massa, Prabowo tersisa mengenakan kaos hitam polos dan celana hitam. Ia tidak langsung pergi. Presiden turun mendekati kerumunan, menyapa dan menyalami para buruh secara langsung. Ia juga membagikan sejumlah topi dan kaos sebagai tambahan untuk memeriahkan perayaan tersebut.

Selesai berinteraksi dengan massa, Prabowo menaiki kendaraan Maung dan meninggalkan Monas.

200 Ribu Orang, 4.000 Bus, Tipe-X dan Ndarboy Genk Ramaikan Puncak May Day

Perayaan tahun ini bukan yang kecil-kecilan. Sekitar 200 ribu buruh dari berbagai daerah hadir, menggunakan sekitar 4.000 unit bus dan 20 ribu unit sepeda motor. Panggung hiburan turut menghadirkan grup band ska Tipe-X dan penyanyi campursari Ndarboy Genk, yang sukses membuat ribuan buruh berjoget di bawah terik matahari.

Tema peringatan tahun ini adalah “Kolaborasi Bersama Mewujudkan Kemajuan Industri dan Kesejahteraan Pekerja”.

RUU Ketenagakerjaan dan Potongan Ojol Jadi Sinyal Kebijakan

Di balik momen aksi lempar baju yang viral itu, Prabowo juga menyampaikan beberapa pesan kebijakan kepada para buruh. Ia meminta agar Rancangan Undang-Undang Ketenagakerjaan bisa rampung tahun ini. Sebelum tampil di Monas, Prabowo telah menandatangani Peraturan Presiden yang memangkas potongan aplikator ojek online menjadi 8 persen, sebuah tuntutan yang sudah lama disuarakan pengemudi ojol.

Hari Buruh Internasional, yang setiap tahun diperingati pada 1 Mei, kerap menjadi ajang penyampaian tuntutan dari kalangan pekerja kepada pemerintah. Tahun ini, pemerintah memilih menggelar perayaan besar di Monas dengan mengundang langsung kepala negara, berbeda dari tahun-tahun sebelumnya yang lebih banyak diwarnai aksi unjuk rasa di jalanan.

Penulis: Cahaya Nurul Amelia
Editor: Ilham Maulana

Pos terkait