Dudung Abdurachman: Pelaksanaan MBG dan Sekolah Rakyat yang Menyimpang akan Ditindak Tegas

Strategi News — Program prioritas Presiden Prabowo Subianto seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Sekolah Rakyat kini berada di bawah pengawasan langsung Kantor Staf Presiden. Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman menegaskan tidak akan membiarkan satu pun penyimpangan dalam pelaksanaan program-program tersebut di lapangan.

Pernyataan itu disampaikan Dudung di Jakarta, Jumat. Dalam keterangannya, ia menjelaskan bahwa KSP memiliki dua fungsi utama: menjadi penghubung antara masyarakat dan pemerintah, serta memantau program prioritas nasional yang dampaknya belum tentu langsung dirasakan warga.

Bacaan Lainnya

“Termasuk program prioritas nasional dan program unggulan nasional, program unggulan Bapak Presiden seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), Sekolah Rakyat, dan sebagainya. Kalau tidak benar, pelaksanaan di lapangan akan saya babat nanti,” kata Dudung.

KSP Pantau Langsung Program MBG hingga ke Lapangan

Penegasan Dudung itu bukan tanpa alasan. MBG dan Sekolah Rakyat merupakan dua program unggulan pemerintahan Prabowo yang melibatkan anggaran besar dan menyasar jutaan penerima manfaat di seluruh Indonesia. Dengan skala distribusi seluas itu, potensi penyimpangan di tingkat pelaksana lapangan menjadi salah satu kekhawatiran yang kerap muncul.

KSP, menurut Dudung, hadir untuk memastikan program-program tersebut benar-benar sampai ke tangan masyarakat yang berhak, bukan sekadar berjalan di atas kertas.

Pesan Soal Persatuan dan Wawasan Kebangsaan

Di luar soal pengawasan program, Dudung juga menyinggung pentingnya menjaga persatuan di tengah dinamika global yang makin tidak menentu. Indonesia, katanya, dengan segala keberagaman suku, bahasa, dan agama yang dimiliki, tidak boleh terpecah oleh isu-isu yang memecah belah.

“Nilai-nilai luhur bangsa Indonesia yang harus kita tetap pelihara, menghormati perbedaan, mendahulukan kepentingan umum, rela berkorban, pantang menyerah, gotong royong, optimisme, kekeluargaan, dan nasionalisme,” ujarnya.

Dudung turut mengingatkan masyarakat agar waspada terhadap informasi yang beredar di media sosial. Ia menyebut era post truth, kondisi di mana kebohongan bisa dipercaya sebagai kebenaran jika disampaikan secara terus-menerus, sebagai ancaman nyata yang harus diwaspadai bersama.

“Oleh karenanya mari mata, telinga kita ‘pasang’ untuk tetap mendengar, tetap melihat, tetapi kepada hal-hal yang positif. Tidak kemudian terbawa dengan informasi-informasi yang menyesatkan,” katanya.

Dudung juga menyampaikan pandangannya bahwa kemajuan sebuah bangsa tidak semata ditentukan oleh kecerdasan, melainkan oleh kebaikan, moral, dan akhlak yang dipegang teguh warganya.

Publik kini menunggu tindak lanjut konkret dari KSP, khususnya mekanisme pelaporan yang bisa digunakan masyarakat apabila menemukan penyimpangan dalam pelaksanaan MBG maupun Sekolah Rakyat di daerah masing-masing.

Penulis: Cahaya Nurul Amelia
Editor: Nunung Septiana

Pos terkait