Strategi News — Jumat (1/5/2026) pukul 08.45 WIB, Presiden Prabowo Subianto tiba di panggung utama peringatan Hari Buruh Internasional bertajuk May Day Fiesta di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta. Ribuan buruh yang sudah memadati lokasi menyambutnya dengan sorak-sorai.
Begitu naik ke atas panggung, Prabowo tidak langsung berpidato. Ia ikut menikmati penampilan band Tipe-X yang sedang menghibur para buruh, lalu bergerak mengikuti irama dengan joget silat — gerakan khas yang ia popularkan semasa kampanye Pemilihan Presiden 2024. Massa di bawah panggung langsung merespons dengan antusias.
Topi Dilempar ke Kerumunan Buruh
Di sela penampilannya di atas panggung, Prabowo melepas topi yang ia kenakan dan melemparkannya ke arah kerumunan buruh. Aksi spontan itu memantik kegemparan di antara massa yang saling berebut untuk mendapatkannya.
Baca Juga:
Setelah menyampaikan pidato, Prabowo kembali mengejutkan hadirin. Ia melepas kemeja safari yang ia pakai, lalu melemparkan pakaian itu ke tengah kerumunan. Buruh-buruh yang berdiri di barisan depan berebut menyambutnya.
Prabowo kemudian tampil hanya dengan kaus polos berwarna hitam. Ia turun dari panggung dan berjalan menghampiri para buruh secara langsung, menyalami mereka satu per satu.
Naik Mobil Maung, Lempar Kaos Sebagai Hadiah
Tidak lama setelah menyapa buruh dari dekat, Prabowo berjalan menuju mobil Maung yang sudah menunggu di sekitar lokasi. Dari atas kendaraan buatan dalam negeri itu, ia kembali melambaikan tangan ke arah massa.
Sambil iring-iringan bergerak meninggalkan kawasan Monas, Prabowo melemparkan sejumlah kaus ke arah kerumunan. Suasana kembali riuh. Para buruh berebut mendapatkan kaus tersebut.
Sejumlah pejabat dan tokoh turut hadir mendampingi Prabowo dalam peringatan tersebut, antara lain Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat, serta pemimpin organisasi buruh Andi Gani.
May Day Fiesta menjadi wadah perayaan Hari Buruh Internasional yang setiap tahunnya dihadiri puluhan ribu pekerja dari berbagai serikat buruh di seluruh Indonesia. Kehadiran langsung kepala negara di tengah kerumunan buruh, lengkap dengan serangkaian aksi spontan, menjadi pemandangan yang jarang terjadi dalam agenda kenegaraan formal.
Editor: Nunung Septiana