Rp287 Miliar Mengalir ke Aceh: Sumut dan Sumbar Kompak Bantu Pemulihan Pascabencana

Strategi News — Total Rp287 miliar hibah antardaerah dari Sumatera Utara dan Sumatera Barat resmi digulirkan untuk membantu pemulihan Provinsi Aceh pascabencana hidrometeorologi. Dana itu terkumpul dari 20 pemerintah daerah di dua provinsi tersebut.

Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera mencatat, Sumatera Utara menyumbang porsi terbesar dengan total hibah Rp260 miliar dari delapan pemerintah daerah. Sumatera Barat menyusul dengan Rp27 miliar yang berasal dari 12 pemerintah daerah di wilayah tersebut.

Dari Sumatera Barat, Kota Padang menjadi penyumbang terbesar dengan Rp5 miliar. Kota Payakumbuh dan Kota Padang Panjang masing-masing menghibahkan Rp3 miliar. Kabupaten dan kota lainnya berkontribusi antara Rp1 miliar hingga Rp2 miliar.

Rp10,6 Triliun TKD Jadi Pintu Masuk Mekanisme Hibah

Ketua Satgas PRR Pascabencana Sumatera, Muhammad Tito Karnavian, menjelaskan mekanisme di balik penyaluran dana ini. Pemerintah pusat sebelumnya mengalokasikan dan mengembalikan Transfer ke Daerah (TKD) senilai Rp10,6 triliun untuk mendukung pemulihan di tiga provinsi terdampak. Dari skema itu, daerah yang relatif lebih ringan terkena dampak bencana mendapat ruang fiskal untuk membantu daerah yang kondisinya lebih berat.

Tito mengungkapkan pernyataan itu dalam acara Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi di Palembang, Sumatera Selatan, akhir pekan lalu.

“Kami hanya menghubungkan hibah antardaerah, sehingga bantuan ini bisa langsung dirasakan. Mekanisme kami kawal, dari rekening ke rekening, agar tepat sasaran dan cepat dimanfaatkan oleh daerah yang membutuhkan,” kata Tito.

Aceh Masih Hadapi Risiko Banjir dan Longsor Susulan

Sejumlah wilayah di Aceh, menurut Tito, masih menghadapi ancaman bencana susulan berupa banjir dan longsor. Kondisi itu membuat percepatan intervensi lintas daerah menjadi sangat mendesak.

Satgas PRR memastikan seluruh proses penyaluran hibah dikawal ketat, baik dari sisi administrasi maupun implementasi di lapangan, guna menjamin akuntabilitas dan efektivitas penggunaan anggaran.

“Total bantuan dari dua provinsi ini diharapkan dapat mempercepat pemulihan Aceh. Ini adalah wujud nyata solidaritas dan gotong royong antardaerah dalam menghadapi bencana,” tambah Tito.

Satgas PRR mengumumkan perkembangan ini pada Kamis. Dengan dana Rp287 miliar yang sudah dalam proses penyaluran langsung dari rekening ke rekening, pemerintah daerah di Aceh kini menunggu realisasi dana tersebut untuk mulai mengerjakan rehabilitasi infrastruktur dan permukiman yang rusak akibat bencana hidrometeorologi.

Penulis: Hamzah Diaz
Editor: Nunung Septiana

Pos terkait