Strategi News — Inter Milan mengunci gelar juara Liga Italia musim ini dengan 82 poin dari 35 pertandingan, selisih yang sudah tidak mungkin dikejar Napoli di posisi kedua meski tiga laga masih tersisa. Scudetto itu datang setelah I Nerazzurri menundukkan Parma 2-0 di Stadion Giuseppe Meazza, Milan, Minggu waktu setempat.
Gol Marcus Thuram di ujung babak pertama dan Henrikh Mkhitaryan pada menit 80 menjadi penentu kemenangan Inter. Dua nama itu cukup untuk menutup perlawanan Parma yang sejatinya sempat menciptakan ancaman lebih awal.
Thuram Buka Keunggulan di Menit 45+1
Parma justru yang lebih dulu mengancam. Sundulan Enrico Delprato melambung tipis di atas mistar gawang Inter, nyaris membuka skor. Inter menjawab lewat sundulan Denzel Dumfries, tetapi bola melebar dari sasaran.
Baca Juga:
Gol baru datang menjelang turun minum. Umpan Piotr Zielinski dikonversikan Thuram menjadi gol pada menit 45+1. Skor 1-0 bertahan hingga jeda.
Di babak kedua, Inter terus menekan. Dumfries kembali mendapat peluang, tendangannya kali ini melambung jauh di atas gawang Parma. Keunggulan akhirnya digandakan setelah umpan Lautaro Martinez dituntaskan Mkhitaryan menjadi gol pada menit 80 untuk mengubah papan skor menjadi 2-0.
Skor itu bertahan hingga peluit panjang berbunyi.
Napoli Tak Bisa Kejar, Parma Masih Jauh dari Bahaya
Dengan 82 poin, Inter berdiri kokoh di puncak klasemen. Napoli di posisi kedua tidak memiliki ruang matematik untuk menyalip, meski masih ada tiga pekan tersisa di Liga Italia musim ini.
Bagi Parma, kekalahan ini tidak menggeser posisi mereka secara dramatis. Klub asal Emilia-Romagna itu menempati peringkat 12 klasemen dengan 42 poin dari 35 laga, unggul 14 poin dari zona degradasi. Ancaman turun kasta masih jauh dari pintu mereka.
Gelar ini mengonfirmasi dominasi Inter di Liga Italia musim ini setelah perburuan panjang melawan Napoli yang sempat ketat di paruh pertama musim. Scudetto kali ini menjadi bukti konsistensi skuad asuhan pelatih Inter sepanjang 35 pekan kompetisi.
Editor: Sela Rahmawati