Hardiknas 2026: Wamendikdasmen Fajar Riza Serukan Transformasi Pendidikan Libatkan Semua Elemen

Strategi News — Jutaan siswa, guru, dan orang tua di seluruh Indonesia merayakan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun ini di tengah tekanan besar untuk memperbaiki kualitas pendidikan yang dinilai belum merata. Pemerintah menegaskan bahwa transformasi sistem pendidikan tidak bisa hanya bertumpu pada kebijakan pusat, melainkan membutuhkan keterlibatan aktif semua pihak.

Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Fajar Riza Ul Haq, menyampaikan bahwa Hardiknas tahun ini menjadi momen refleksi atas arah perubahan pendidikan nasional. Ia menyampaikan hal tersebut melalui pernyataan tertulis di Jakarta, Minggu (27/4).

Bacaan Lainnya

“Pendidikan tidak hanya berfungsi sebagai transfer pengetahuan, tetapi juga proses memanusiakan manusia, membangun karakter, serta menyiapkan generasi yang mampu menjawab tantangan zaman,” kata Fajar.

Tema 2026: Partisipasi Semua Pihak untuk Pendidikan Bermutu

Peringatan tahun ini mengusung tema “Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua”. Fajar menekankan, tema itu bukan sekadar slogan. Layanan pendidikan yang merata dan berkualitas, menurutnya, hanya bisa terwujud jika seluruh elemen masyarakat ikut ambil bagian, mulai dari pemerintah daerah, swasta, komunitas, hingga keluarga.

Hardiknas kali ini juga bertepatan dengan dua peringatan lain: Hari Bumi ke-56 dan Hari Otonomi Daerah ke-30. Fajar menyebut ketiganya memiliki benang merah yang kuat. Pendidikan, keberlanjutan lingkungan, dan tata kelola daerah saling terhubung dalam proses membangun masa depan bangsa.

Guru Jadi Kunci, Kesejahteraan Tetap Jadi Prioritas

Fajar secara khusus menyoroti peran guru. Ia menegaskan bahwa peningkatan kompetensi dan kesejahteraan guru terus menjadi prioritas pemerintah dalam agenda transformasi ini.

“Guru adalah pusat perubahan. Investasi pada guru adalah investasi jangka panjang bagi masa depan pendidikan kita,” ujarnya.

Dalam kerangka AstaCita Presiden, pendidikan diarahkan untuk membentuk sumber daya manusia yang unggul, tangguh, dan mampu bersaing di level global. Transformasi pendidikan pun didorong untuk bergerak meninggalkan pendekatan lama yang terlalu berorientasi pada hafalan, menuju pembelajaran yang lebih mendalam. Peserta didik diharapkan tidak sekadar mengetahui, tetapi juga memahami, berpikir kritis, dan mampu mencipta.

Hardiknas diperingati setiap 2 Mei untuk mengenang jasa Ki Hadjar Dewantara, tokoh pendidikan nasional yang lahir pada tanggal tersebut. Pemerintah menetapkan hari ini sebagai pengingat atas cita-cita pendidikan yang berpihak pada semua anak bangsa, tanpa terkecuali.

Dengan agenda transformasi yang terus bergulir, publik menantikan realisasi konkret dari sejumlah janji pemerintah, terutama soal pemerataan akses dan peningkatan kesejahteraan guru di daerah terpencil.

Penulis: Juwita Sari
Editor: Sela Rahmawati

Pos terkait