Strategi News — Hujan deras selama 48 jam menghantam wilayah timur laut Brasil dan merenggut enam nyawa. Ribuan warga di dua negara bagian, Pernambuco dan Paraiba, kehilangan tempat tinggal setelah banjir dan tanah longsor menyapu permukiman mereka sejak akhir April hingga Sabtu (2/5/2026).
Di Pernambuco, banjir dan longsor melanda ibu kota negara bagian, Recife, beserta wilayah sekitarnya. Dua orang meninggal di Recife. Dua korban lain berasal dari kota tetangga, Olinda. Sekitar 1.500 warga terpaksa meninggalkan rumah atau kehilangan hunian mereka. Kondisi di lapangan dilaporkan sempat mencapai titik kritis sebelum intensitas hujan mulai mereda.
3.300 Warga Dua Negara Bagian Terdampak
Di Paraiba, dua korban jiwa lainnya jatuh, sementara sekitar 1.800 orang harus mengungsi atau kehilangan tempat tinggal. Kementerian Integrasi dan Pembangunan Regional Brasil mencatat sejumlah kota paling parah terdampak, termasuk Conde, ibu kota negara bagian Joao Pessoa, dan Campina Grande.
Baca Juga:
Total korban terdampak dari kedua negara bagian itu mencapai lebih dari 3.300 orang. Angka tersebut belum termasuk warga yang terdampak ringan di kota-kota lebih kecil di sekitar wilayah terdampak.
22 Peringatan Dikeluarkan dalam Satu Periode Krisis
Pusat Nasional untuk Manajemen Risiko dan Bencana Brasil mencatat eskalasi respons darurat yang signifikan selama periode hujan berlangsung. Pernyataan resmi pemerintah federal menyebutkan:
“Pusat Nasional untuk Manajemen Risiko dan Bencana mengeluarkan 22 peringatan selama periode kritis hujan. Karena dampak di Pernambuco dan Paraiba serta prakiraan cuaca untuk wilayah tersebut, tingkat operasional dinaikkan ke status siaga maksimum,” demikian pernyataan resmi yang dirilis Kementerian Integrasi dan Pembangunan Regional Brasil, dikutip Reuters.
Meski kondisi dilaporkan mulai membaik, otoritas tetap mempertahankan pemantauan ketat sepanjang Sabtu untuk mengantisipasi potensi risiko susulan.
Presiden Lula Pantau Langsung dan Janjikan Bantuan Pusat
Presiden Luiz Inacio Lula da Silva turun langsung memantau situasi. Melalui platform X, ia mengonfirmasi telah berkomunikasi dengan otoritas daerah di kedua negara bagian tersebut guna memastikan bantuan pemerintah pusat segera tersalurkan.
“Pemerintah terus memantau situasi untuk memberikan semua bantuan yang diperlukan,” tulis Lula.
Wilayah timur laut Brasil dikenal rentan terhadap cuaca ekstrem. Kawasan ini kerap menghadapi dua kondisi berlawanan: kekeringan panjang di musim kemarau dan curah hujan sangat tinggi yang memicu banjir bandang serta longsor ketika musim hujan tiba, terutama antara Maret hingga Juli.
Pemerintah Brasil kini berkonsentrasi pada pendataan warga terdampak dan penyaluran bantuan darurat ke lokasi-lokasi yang paling parah terguncang. Pemantauan cuaca di wilayah Pernambuco dan Paraiba masih berlanjut untuk mengantisipasi kemungkinan hujan susulan.
Editor: Sela Rahmawati