Strategi News — Kesehatan mental perempuan kini resmi masuk agenda Badan Kerja Sama Organisasi Wanita (BKOW) Jawa Tengah. Ketua Umum BKOW Jateng, Nawal Arafah Yasin, mendorong 49.149 posyandu yang tersebar di provinsi itu menjadi garda terdepan layanan konseling jiwa, menyusul meningkatnya kasus bunuh diri dan perceraian di Jawa Tengah.
Pernyataan itu disampaikan Nawal pada puncak peringatan hari lahir ke-64 BKOW Jateng di Wisma Perdamaian, Semarang, Minggu (3/5/2026). Peringatan tahun ini mengambil tema “Mengelola Kesehatan Mental dalam Pengasuhan dan Interaksi Keluarga, untuk Mencegah Burnout dan Toxic dalam Rumah Tangga.”
Kasus Bunuh Diri dan Perceraian Jadi Pemicu
Nawal menyebut angka bunuh diri dan perceraian di Jawa Tengah sebagai pemicu utama perhatian BKOW terhadap isu kesehatan mental. Banyak perempuan kini menanggung beban ganda: menjadi kepala rumah tangga tunggal sekaligus pengasuh anak-anak, tanpa dukungan sistem yang memadai.
Baca Juga:
Tekanan itu diperparah oleh beban ekonomi dan paparan berlebihan dari dunia maya. “Di era gawai, semua hal serba instan. Ketahanan emosi generasi zilenial cenderung rentan terhadap burnout, depresi, dan tingkat kecemasan yang tinggi. Ini menjadi pekerjaan rumah bagi ketahanan keluarga dan mental,” kata Nawal.
Posyandu 6 SPM Belum Masukkan Layanan Jiwa di Tingkat Pusat
Posyandu yang dimaksud Nawal adalah Posyandu dengan enam Standar Pelayanan Minimal (SPM), sebuah model layanan terpadu di tingkat desa dan kelurahan yang mencakup berbagai bidang, mulai dari kesehatan hingga ketertiban sosial. Masalahnya, layanan konseling kesehatan mental belum masuk dalam standar nasional posyandu model ini.
“Kami memiliki 49.149 posyandu. Sementara di tingkat pusat, Posyandu 6 SPM belum memasukkan layanan kesehatan mental. Namun, di Jawa Tengah, tepatnya di Surakarta, sudah dibuka ruang konseling kesehatan mental, yang bekerja sama dengan rumah sakit setempat,” ujar Nawal, yang juga menjabat Ketua Tim Pembina Posyandu Jateng.
Surakarta dijadikan contoh awal. Di sana, ruang konseling jiwa sudah berjalan melalui kerja sama dengan rumah sakit setempat, dan model itulah yang ingin Nawal replikasi ke seluruh kabupaten/kota di Jawa Tengah.
Rembuk Perempuan Pesisir Dijadwalkan September 2026
BKOW tidak hanya mengandalkan posyandu. Nawal menyebut dua program yang sudah berjalan, yakni Destara (Desa Sejahtera) dan Sekolah Perempuan Kartini. Pada September 2026, BKOW berencana menggelar rembuk perempuan pesisir untuk menyerap kebutuhan perempuan di wilayah pantai secara langsung.
“Kami memiliki program Destara atau Desa Sejahtera dan Sekolah Perempuan Kartini. Insyaallah, pada September kami juga akan menggelar rembuk perempuan pesisir. Kita duduk bersama untuk mengases kebutuhan, kemudian membicarakan solusi bersama para pemangku kebijakan,” jelas Nawal.
Seluruh langkah itu, menurut Nawal, bertujuan menekan angka tekanan mental sekaligus angka bunuh diri di Jawa Tengah. BKOW berencana melibatkan pemangku kepentingan lintas sektor untuk mendorong kebijakan yang mengintegrasikan kesehatan mental ke dalam layanan posyandu secara resmi.
Editor: Nunung Septiana