Nawal Yasin Perluas Posyandu Jateng ke 6 Bidang SPM, dari Cegah Stunting hingga Kesehatan Mental

Strategi News — Posyandu di Jawa Tengah kini bukan sekadar tempat timbang bayi dan imunisasi. Mulai tahun ini, layanan posyandu di 35 kabupaten/kota resmi diperluas ke enam bidang Standar Pelayanan Minimal (SPM), menyentuh langsung kebutuhan warga dari pendidikan, perumahan, ketertiban, hingga kesehatan mental.

“Upaya penguatan Posyandu harus dilaksanakan secara berkelanjutan, khususnya memastikan program dan layanan di 6 bidang SPM ini benar-benar berjalan,” kata Nawal Arafah Yasin, Ketua Tim Pembina Posyandu (TP Posyandu) Jawa Tengah, dalam peringatan Hari Posyandu Nasional Tingkat Jawa Tengah, Rabu (29/4/2026).

Dari Stunting hingga Kesehatan Mental: Program Baru yang Menyentuh Warga

Perluasan fungsi posyandu ini berpijak pada Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2024. Regulasi itu membuka mandat posyandu jauh melampaui kesehatan, mencakup pendidikan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketertiban dan perlindungan masyarakat, serta sosial.

Di bidang kesehatan, TP Posyandu Jateng menggulirkan program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting) dan Kecan Bumil, singkatan dari Kenali dan Cek Kesehatan Ibu Hamil. Kedua program ini menyasar langsung ibu hamil dan anak balita yang selama ini paling rentan terhadap masalah gizi.

Untuk pendidikan, posyandu desa kini bakal mengintegrasikan PAUD Emas berbasis masyarakat, literasi digital, dan penguatan perpustakaan desa. Artinya, satu titik posyandu bisa menjadi pusat belajar anak usia dini sekaligus ruang baca warga.

Jelantah Jadi Rupiah, Warga Batang Ikut Dilibatkan

Program di bidang pekerjaan umum terbilang unik. Selain penyediaan air bersih, TP Posyandu meluncurkan program Jelantah Jadi Rupiah, yang mengubah minyak goreng bekas rumah tangga menjadi sumber pendapatan. Program ini melibatkan Dinas ESDM, TP PKK Kabupaten Batang, serta perusahaan swasta di kawasan industri KITB Batang.

Warga kurang mampu juga mendapat perhatian khusus di bidang perumahan. TP Posyandu menyiapkan program Kebun Gizi dan bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) bagi keluarga yang tidak mampu merenovasi huniannya sendiri.

Di bidang sosial, hadir program Sekolah Lansia dan layanan kesehatan mental lewat platform daring bernama Bahtera Cinta. Platform ini dikembangkan bersama BKKBN Jawa Tengah dan Fakultas Psikologi Universitas Diponegoro (UNDIP), dengan sasaran keluarga, anak, perempuan, penyandang disabilitas, lansia, serta korban kekerasan.

Komitmen 35 Kepala Daerah Sudah Ditandatangani

Transformasi ini bukan sebatas wacana. Nawal menyebut TP Posyandu Jateng bersama TP Posyandu dari 35 kabupaten/kota telah menandatangani komitmen bersama dengan kepala daerah masing-masing pada 2025 lalu. Komitmen itu sudah masuk ke dalam dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dan Rencana Kerja Perangkat Daerah (RKPD) 2026.

Acara peringatan Hari Posyandu Nasional di Kantor Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Desa, Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispermadesdukcapil) Jateng itu dihadiri langsung oleh Sekretaris TP Posyandu Jateng sekaligus Kepala Dispermadesdukcapil Nadi Santoso, dan Kepala DP3AKB Jateng Ema Rachmawati. Nawal sendiri hadir secara daring.

Dengan program yang kini merambah enam bidang sekaligus, posyandu dituntut bertransformasi dari sekadar pos kesehatan menjadi pusat layanan terpadu yang nyata dirasakan warga di tingkat desa dan kelurahan.

Penulis: Nunung Septiyana
Editor: Pablo Gerald

Pos terkait