Strategi News — BPBD Kota Tangerang melatih puluhan pegawai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam penanganan kebakaran, termasuk praktik langsung penggunaan alat pemadam api ringan (APAR), Senin (28/4). Pelatihan digelar di SPPG Bugel Karawaci sebagai bagian dari program Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) pemadaman api.
“Kita berikan pelatihan mengenai penggunaan APAR dan teknik memadamkan api. Ini sangat penting bagi pegawai SPPG yang setiap hari bertugas menyediakan makanan bagi siswa,” kata Kepala Pelaksana BPBD Kota Tangerang, Mahdiar, di lokasi kegiatan.
SPPG merupakan unit dapur yang beroperasi dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) pemerintah. Aktivitas memasak dalam skala besar setiap hari menempatkan unit ini pada risiko kebakaran yang lebih tinggi dibanding lingkungan kantor biasa, sehingga kesiapan pegawai menghadapi situasi darurat menjadi kebutuhan mendesak.
Baca Juga:
Teori dan Praktik Langsung di Bawah Pengawasan Petugas
Pelatihan tidak sekadar ceramah di ruang kelas. Peserta turun langsung ke lapangan untuk mempraktikkan teknik memadamkan api nyata di bawah pengawasan petugas BPBD.
“Kita praktik langsung agar para pegawai memahami dan bisa terampil dalam menangani situasi darurat kebakaran,” ujar Mahdiar.
Metode ini dipilih karena pemahaman prosedural yang hanya didapat dari teori dinilai tidak cukup saat menghadapi kondisi panik. Kemampuan bertindak cepat dan tepat perlu diasah melalui simulasi nyata sebelum benar-benar dibutuhkan.
Target: Pegawai Tidak Panik Saat Api Muncul
Mahdiar menjelaskan, tujuan utama pelatihan ini adalah menciptakan respons awal yang sigap dari pegawai sebelum petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi. Penanganan dini yang tepat bisa mencegah api meluas dan menekan kerugian.
“Kami berharap melalui pelatihan ini, para pegawai dapat lebih sigap dan tidak panik saat menghadapi kondisi darurat kebakaran,” katanya.
BPBD juga menyatakan akan berkoordinasi dengan SPPG lain untuk memperluas jangkauan pelatihan serupa. “Kita juga berkoordinasi dengan SPPG lainnya dalam penanganan darurat maupun pelatihan,” tambah Mahdiar.
Pelatihan ini hadir di tengah pengawasan intensif terhadap operasional SPPG di Kota Tangerang. Dinas Kesehatan setempat sebelumnya telah menegur 15 SPPG yang melanggar standar operasional prosedur, serta menerjunkan tim untuk memastikan kelayakan pangan yang disajikan kepada siswa. Kesiapan pegawai menghadapi kedaruratan, baik kebakaran maupun keamanan pangan, kini menjadi perhatian lintas dinas di daerah ini.
Editor: Sela Rahmawati