Strategi News — Jutaan porsi makan bergizi setiap hari — itulah skala program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang kini membuat sejumlah negara datang ke Indonesia untuk belajar. Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan fakta itu saat menjelaskan manfaat dua program prioritas pemerintahannya: MBG dan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).
“Banyak negara sekarang belajar MBG ke kita. Banyak belajar MBG ke kita. Di mana ada negara bisa memberi makan lebih…” ujar Prabowo, sebagaimana dirilis Sekretariat Kabinet RI.
MBG Naik Kelas: Negara Lain Mulai Belajar ke Indonesia
Prabowo menyebut MBG bukan sekadar program pemberian makanan. Kepala Negara memposisikan program ini sebagai instrumen redistribusi ekonomi, sebuah cara untuk membalikkan arus kekayaan agar mengalir ke lapisan bawah masyarakat, bukan sebaliknya. Negara-negara yang selama ini dikenal memiliki sistem kesejahteraan lebih mapan kini justru menjadikan MBG sebagai referensi kebijakan publik mereka.
Baca Juga:
Program MBG sendiri menyasar anak-anak usia sekolah dan kelompok rentan. Setiap hari, ratusan dapur produksi di berbagai wilayah Indonesia mengolah bahan pangan lokal menjadi menu bergizi yang didistribusikan ke sekolah-sekolah.
Koperasi Merah Putih Dirancang Sampai Tingkat Kelurahan
Selain MBG, Prabowo juga memaparkan peran Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Program ini dirancang untuk menjangkau unit administrasi terkecil, yakni desa dan kelurahan, sebagai simpul distribusi ekonomi rakyat.
Konsep KDKMP menempatkan koperasi sebagai tulang punggung perekonomian lokal. Warga desa tidak hanya menjadi konsumen, tetapi diharapkan menjadi pelaku ekonomi aktif melalui wadah koperasi yang dikelola sendiri oleh komunitas setempat.
Pemerintah menyebut dua program ini sebagai bagian dari satu kerangka besar: mengembalikan arus kekayaan nasional kepada rakyat. Dalam narasi yang disampaikan Prabowo, kekayaan negara selama ini dinilai belum mengalir secara merata hingga ke lapisan akar rumput.
Publik kini menunggu realisasi penuh kedua program tersebut, terutama seberapa cepat jaringan Koperasi Merah Putih dapat terbentuk di seluruh desa dan kelurahan di Indonesia.
Editor: Ilham Maulana