Strategi News — Kepala Staf Kepresidenan Jenderal (Purn) Dudung Abdurachman buka suara menyusul terulangnya kecelakaan kereta api di perlintasan sebidang yang tidak dilengkapi palang pintu.
Insiden di perlintasan sebidang tanpa palang pintu bukan pertama kalinya terjadi. Perlintasan jenis ini tersebar di berbagai wilayah Indonesia, dan kerap menjadi titik rawan kecelakaan fatal antara kendaraan darat dan rangkaian kereta api yang melintas.
Dudung Abdurachman Desak Penanganan Perlintasan Sebidang
Dudung, dalam kapasitasnya sebagai Kepala Staf Kepresidenan, merespons insiden berulang tersebut sebagai alarm keras bagi semua pihak untuk segera membenahi kondisi perlintasan sebidang di seluruh Indonesia. Perlintasan sebidang adalah titik perpotongan antara jalur kereta api dan jalan umum yang berada pada ketinggian yang sama, berbeda dengan flyover atau terowongan yang memisahkan kedua jalur secara vertikal.
Baca Juga:
Kecelakaan di perlintasan sebidang tanpa palang pintu terus berulang dari tahun ke tahun. Warga yang tinggal di dekat jalur kereta api di berbagai daerah kerap melaporkan minimnya rambu peringatan dan ketiadaan petugas penjaga, membuat pengendara kendaraan bermotor kerap lengah saat melintasi area tersebut.
Perlintasan Sebidang Tanpa Palang Masih Tersebar Luas
Ribuan perlintasan sebidang masih aktif beroperasi di Indonesia, dan sebagian besar di antaranya tidak dijaga maupun tidak dilengkapi palang pintu otomatis. Kondisi ini menjadikan setiap rangkaian kereta yang melintas dengan kecepatan tinggi sebagai ancaman nyata bagi pengguna jalan yang tidak waspada.
Respons Dudung Abdurachman atas insiden terbaru ini menunjukkan bahwa persoalan perlintasan sebidang sudah sampai ke tingkat Istana. Publik kini menunggu langkah konkret dari kementerian terkait untuk mempercepat pemasangan palang pintu otomatis atau penutupan perlintasan-perlintasan yang dinilai paling berbahaya.
Editor: Nunung Septiana