Strategi News — Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed) kembali menahan suku bunga acuannya pada rentang 3,5% hingga 3,75% usai pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) periode April 2026. Keputusan itu keluar meski sebelumnya terjadi perbedaan pandangan di internal The Fed yang sempat membuat pelaku pasar was-was.
Hasil akhir FOMC memang sejalan dengan konsensus pasar. Namun, retakan pendapat di tubuh bank sentral terbesar dunia itu cukup menyita perhatian investor global dalam beberapa pekan terakhir.
Perselisihan Internal The Fed Bikin Pasar Waspada
Ketegangan geopolitik yang masih membara di berbagai penjuru dunia menjadi salah satu variabel yang memperumit kalkulasi kebijakan moneter The Fed. Di satu sisi, tekanan inflasi masih perlu dijaga. Di sisi lain, perlambatan ekonomi global mendorong sebagian pejabat The Fed untuk membuka ruang pelonggaran lebih cepat. Perdebatan inilah yang memecah pandangan di internal FOMC sebelum keputusan final diambil.
Baca Juga:
Meski begitu, keputusan menahan bunga akhirnya bulat. Pasar keuangan, yang selama ini sudah memproyeksikan skenario ini, merespons relatif tenang.
Perbankan Pilih Tetap Gas di Era Bunga Tinggi
Yang menarik dari dinamika ini adalah sikap sektor perbankan. Alih-alih mengerem ekspansi, industri perbankan justru memilih tetap agresif dalam menyalurkan kredit dan memperluas jaringan bisnis. Kondisi bunga yang tertahan di level relatif tinggi secara historis biasanya membuat bank lebih selektif. Kenyataannya, ekspansi kredit masih berjalan.
Situasi ini diulas secara mendalam dalam program Big Stories of The Week yang tayang Jumat (1/4/2025) di CNBC Indonesia.
Sorotan ke Kebijakan Moneter Global
Keputusan The Fed selalu berdampak luas, termasuk ke pasar keuangan negara berkembang seperti Indonesia. Ketika The Fed menahan bunga, tekanan terhadap mata uang emerging market cenderung mereda, meski tidak sepenuhnya hilang selama sentimen geopolitik masih bergolak.
Pertemuan FOMC berikutnya akan kembali menjadi ajang penentuan: apakah The Fed akhirnya mulai memangkas bunga, atau bertahan lebih lama di level saat ini. Sinyal dari para pejabat Fed dalam beberapa pekan ke depan akan menjadi acuan utama pelaku pasar global.
Editor: Pablo Gerald