Strategi News — Sebanyak 1.080 calon jemaah haji asal Kabupaten Rembang bersiap menuju Tanah Suci dalam dua hari ke depan. Untuk memastikan proses keberangkatan berjalan lancar, Pemerintah Kabupaten Rembang menggelar pengumpulan koper secara terpusat di Gedung Balai Kartini Rembang pada Senin (4/5).
Sejak pukul 08.00 WIB, para calon jemaah datang bergantian menyerahkan koper yang sudah diisi perlengkapan ibadah. Panitia dari Pemkab Rembang mendampingi setiap tahapan, mulai pengecekan dokumen administrasi, pemeriksaan buku kesehatan, hingga pengelompokan koper sesuai kloter keberangkatan. Pengumpulan berlangsung hingga pukul 14.00 WIB.
Koper Bertolak ke Asrama Haji Donohudan Pukul 20.00 WIB
Setelah semua koper terkumpul, pengiriman ke Asrama Haji Donohudan di Boyolali dijadwalkan pukul 20.00 WIB dengan pengawalan kepolisian. Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda Kabupaten Rembang, Maruli Dwi Ronisa, menjelaskan bahwa koper tersebut sebelumnya sudah melalui proses panjang.
Baca Juga:
“Koper jemaah sebelumnya kami ambil dari Manyaran, Semarang pada 14–15 April 2026, kemudian didistribusikan kepada jemaah untuk diisi perlengkapan, sebelum dikumpulkan kembali hari ini,” terangnya.
Untuk menghindari koper tertukar, panitia menambahkan penanda khusus pada setiap koper yang memuat asal Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) dan alamat lengkap pemiliknya. KBIH adalah lembaga resmi yang bertugas membimbing jemaah dalam persiapan dan pelaksanaan ibadah haji.
“Penambahan penanda ini untuk memastikan proses distribusi lebih tertib, dan meminimalkan potensi tertukar,” imbuh Maruli.
Jemaah: Prosesnya Tertib dan Dibantu Panitia
Tugiyati (59), calon jemaah dari Desa Ngotet, Kecamatan Rembang, mengaku lega dengan pendampingan yang diberikan panitia. “Prosesnya tertib dan dibantu panitia. Kami jadi lebih siap,” ungkapnya.
Rasa lega seperti yang dirasakan Tugiyati wajar. Perjalanan haji menuntut kesiapan logistik yang tidak sederhana, mulai dari packing koper sesuai regulasi penerbangan, kelengkapan dokumen kesehatan, hingga koordinasi jadwal keberangkatan antara jemaah dan panitia. Sistem pengumpulan terpusat seperti ini membantu mengurangi risiko koper tertinggal atau salah kirim, yang kerap menjadi masalah di tahun-tahun sebelumnya.
Para jemaah asal Kabupaten Rembang dijadwalkan berangkat ke Tanah Suci pada 6 dan 7 Mei 2026, terbagi dalam beberapa kloter. Dengan koper yang sudah dikirim lebih awal ke Asrama Haji Donohudan, jemaah tinggal membawa barang bawaan kabin saat hari keberangkatan tiba.
Editor: Pablo Gerald