Strategi News — Satu proyek besar selesai. PT PLN (Persero) merampungkan rangkaian proyek konsumen tegangan tinggi yang dirancang khusus untuk mendukung operasional data center Microsoft di Jawa Barat, sebuah fasilitas yang menjadi bagian dari ekspansi infrastruktur digital raksasa teknologi Amerika Serikat itu di Indonesia.
Penyelesaian pasokan listrik ini bukan proyek biasa. Data center skala hyperscale seperti milik Microsoft membutuhkan pasokan daya yang sangat besar, stabil, dan tanpa toleransi terhadap gangguan. Koneksi tegangan tinggi langsung dari PLN menjadi syarat mutlak agar pusat data tersebut bisa beroperasi penuh.
Indonesia Bidik Posisi Strategis di Peta Digital Asia Tenggara
Proyek ini selaras dengan ambisi Indonesia untuk masuk ke jajaran pusat pertumbuhan ekonomi digital di kawasan Asia Tenggara. Kehadiran fasilitas cloud dan data center milik perusahaan teknologi global di dalam negeri dipandang sebagai bagian penting dari fondasi infrastruktur digital nasional, mulai dari layanan pemerintahan, perbankan, hingga e-commerce.
Baca Juga:
PLN mengonfirmasi kesiapan pasokan listrik tersebut dalam program Squawk Box CNBC Indonesia yang tayang Kamis (30/4).
Jawa Barat menjadi lokasi pilihan bukan tanpa alasan. Provinsi ini memiliki kawasan industri yang luas, infrastruktur jalan dan energi yang relatif matang, serta jarak tempuh yang efisien dari Jakarta sebagai pusat bisnis utama Indonesia. Sejumlah perusahaan teknologi global sebelumnya juga memilih wilayah ini untuk membangun fasilitas serupa.
Bagi PLN, kontrak penyediaan listrik tegangan tinggi untuk data center kelas dunia merupakan segmen bisnis yang terus tumbuh seiring lonjakan kebutuhan komputasi awan di seluruh Asia. Kebutuhan daya untuk satu kompleks data center hyperscale bisa setara dengan konsumsi listrik sebuah kota kecil.
Proyek pasokan listrik untuk Microsoft ini menjadi salah satu penanda konkret dari investasi senilai miliaran dolar AS yang diumumkan perusahaan tersebut untuk Indonesia dalam beberapa tahun terakhir, mencakup pembangunan infrastruktur cloud, pelatihan tenaga kerja digital, hingga pengembangan ekosistem kecerdasan buatan di dalam negeri.
Editor: Ilham Maulana