Penyiraman Air Keras di Cengkareng Berawal dari Cekcok Futsal, DPRD Minta Tambah CCTV

Strategi News — Dua insiden keamanan sekaligus mewarnai Jakarta pada Minggu (27/4): penyiraman air keras di kawasan Rawa Buaya, Cengkareng, Jakarta Barat, dan desakan legislator agar kamera pengawas (CCTV) di seluruh ibu kota segera diperbanyak.

Menurut warga setempat bernama Slamet, insiden penyiraman air keras di Jalan Dharma Wanita V, RW 01, Rawa Buaya itu bermula dari perselisihan antara korban dan pelaku saat bermain futsal. Cekcok di lapangan futsal berujung aksi kejar-kejaran di jalan, sebelum akhirnya pelaku menyiramkan cairan keras ke korban.

Bacaan Lainnya

Insiden ini mencuat ketika rekaman warga beredar dan memancing sorotan publik terhadap minimnya kamera pengawas di lingkungan permukiman. Anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta, Kevin Wu, menyebut kondisi itu bukan hal baru.

“Kalau kita lihat saat ini, terungkapnya kegiatan-kegiatan kriminal di masyarakat itu juga karena ada tangkapan kamera. Dan yang kita sayangkan, lebih banyak tangkapan kameranya itu berasal dari netizen, dari warga dan masyarakat,” kata Kevin Wu, Senin (27/4).

Kevin mendorong Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk menambah jumlah CCTV, terutama di titik-titik rawan yang selama ini bergantung pada rekaman ponsel warga untuk mengungkap tindak kriminal.

Tarif Transjakarta Masih Dikaji, Bukan Keputusan Final

Di tengah pembicaraan soal keamanan kota, wacana kenaikan tarif Transjakarta juga bergulir. Staf Khusus Gubernur dan Wakil Gubernur Jakarta Bidang Komunikasi Publik, Chico Hakim, memastikan wacana itu belum menjadi keputusan resmi.

Chico menegaskan bahwa penyesuaian tarif perlu dikaji secara matang karena PT Transjakarta mengemban fungsi sebagai layanan kewajiban pelayanan publik (public service obligation). Bus ini bukan sekadar bisnis komersial, melainkan instrumen pemerintah kota untuk mengurangi kemacetan sekaligus menekan polusi udara Jakarta.

Drainase Pulau Panggang Dibangun, Kantong Parkir Jaksel Ditambah

Dari Kepulauan Seribu, Suku Dinas Sumber Daya Air setempat membangun saluran drainase bawah tanah dan bak sumur resapan di permukiman Kelurahan Pulau Panggang, Kecamatan Kepulauan Seribu Utara. Pembangunan dipusatkan di RT 01/RW 02 dan RT 01/RW 05.

“Pembangunan ini dilakukan di RT 01/RW 02 dan RT 01/RW 05 sebagai upaya mengatasi genangan yang kerap terjadi saat hujan deras,” kata Kepala Sudin SDA Kepulauan Seribu, Mustajab.

Pemerintah Kota Jakarta Selatan bergerak pada masalah berbeda. Pemkot Jaksel menyiapkan kantong parkir baru di kawasan Taman Bendera Pusaka untuk menertibkan parkir sembarangan yang selama ini kerap dikeluhkan warga sekitar.

Rangkaian isu dari penyiraman air keras, minimnya CCTV, tarif transportasi publik, hingga infrastruktur kawasan permukiman mencerminkan tantangan operasional kota Jakarta yang terus bergerak. Proses penyelidikan insiden di Cengkareng masih berlangsung, dan publik menunggu penjelasan resmi dari kepolisian setempat.

Penulis: Hamzah Diaz
Editor: Nunung Septiana

Pos terkait