Hasan Nasbi dan Muhammad Qodari Dilantik, Dua Pos Komunikasi Presiden Kini Terisi

Strategi News — Dua kursi strategis di lingkaran komunikasi Presiden Prabowo Subianto resmi terisi. Hasan Nasbi dilantik sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi, sedangkan Muhammad Qodari mengisi posisi Kepala Badan Komunikasi Pemerintah, dalam upacara pelantikan yang digelar di Istana Negara, Jakarta, Senin (27/4).

Presiden Prabowo melantik keduanya bersama sejumlah pejabat lain dalam satu rangkaian acara. Pelantikan ini menempatkan dua nama yang dikenal luas di dunia komunikasi publik Indonesia pada dua jabatan yang berbeda fungsi: satu sebagai penasihat kepresidenan, satu lagi memimpin badan komunikasi pemerintah.

Bacaan Lainnya

Hasan Nasbi: Penasihat, Bukan Juru Bicara

Usai pelantikan, Hasan Nasbi menjelaskan peran barunya. Ia menegaskan bahwa posisinya sebagai penasihat khusus berbeda dari jabatan juru bicara yang pernah ia emban sebelumnya. Hasan menyebut tugasnya kini lebih berfokus pada perumusan strategi komunikasi secara menyeluruh agar pesan pemerintah sampai lebih efektif dan tepat sasaran kepada masyarakat.

Sebelum menjabat penasihat, Hasan Nasbi dikenal publik sebagai Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan. Perpindahan ke posisi penasihat menandai pergeseran tanggung jawabnya dari operasional harian komunikasi ke ranah konseptual dan strategis.

Qodari Pimpin Badan Komunikasi Pemerintah

Muhammad Qodari, yang sebelumnya dikenal sebagai pendiri lembaga survei Indo Barometer, kini memikul tanggung jawab memimpin Badan Komunikasi Pemerintah. Lembaga ini bertugas mengelola dan mengkoordinasikan komunikasi kebijakan pemerintah kepada publik secara lebih terstruktur.

Qodari menyampaikan komitmen serupa: memperkuat strategi komunikasi pemerintah. Kehadiran sosok berlatar belakang riset opini publik di posisi ini dinilai relevan dengan kebutuhan pemerintah untuk memahami persepsi masyarakat sebelum merancang pesan kebijakan.

Badan Komunikasi Pemerintah sendiri merupakan salah satu instrumen komunikasi yang berada di bawah koordinasi kepresidenan, berperan menjembatani informasi antara pemerintah pusat dan masyarakat luas, termasuk mengelola narasi kebijakan di berbagai platform.

Dua Jabatan, Satu Tujuan

Keduanya, meski menempati posisi berbeda, sepakat pada satu arah: komunikasi pemerintah harus makin efektif. Tantangan ke depan tidak kecil. Di era informasi yang bergerak cepat, pesan resmi pemerintah kerap bersaing dengan derasnya narasi dari media sosial dan kelompok-kelompok kepentingan.

Publik kini menantikan langkah konkret yang akan diambil Hasan Nasbi dan Muhammad Qodari dalam menyusun strategi komunikasi nasional, termasuk bagaimana keduanya akan berkoordinasi agar tidak ada tumpang tindih peran antara fungsi penasihat dan kepala badan.

Penulis: Restu Alamsyah
Editor: Sela Rahmawati

Pos terkait