Strategi News — Rp809 miliar — angka itu mencerminkan total belanja suku cadang lokal PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) sepanjang 2025. Nilai tersebut tumbuh 2,79% dibandingkan realisasi tahun 2024 yang tercatat sebesar Rp787 miliar.
Selisih Rp22 Miliar Dibanding Tahun Sebelumnya
Kenaikan senilai Rp22 miliar ini menempatkan SIG sebagai salah satu perusahaan pelat merah yang secara konsisten memperbesar porsi penggunaan produk industri dalam negeri untuk kebutuhan operasionalnya. Suku cadang lokal mencakup komponen mesin, peralatan produksi, hingga onderdil penunjang pabrik semen yang dipasok oleh produsen domestik.
Kebijakan pembelian suku cadang lokal sejalan dengan program Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN) yang didorong pemerintah kepada perusahaan-perusahaan BUMN. Program ini mewajibkan kalangan BUMN untuk memprioritaskan produk buatan Indonesia dalam setiap pengadaan barang dan jasa operasional mereka.
Baca Juga:
Dampak terhadap Rantai Pasok Industri Domestik
Komitmen belanja lokal sebesar ini memberi dampak langsung pada industri komponen dan manufaktur nasional. Produsen suku cadang dalam negeri mendapat kepastian pasar dari pembelian rutin korporasi skala besar seperti SIG, yang mengoperasikan sejumlah pabrik semen di berbagai wilayah Indonesia.
Belanja suku cadang lokal senilai Rp809 miliar juga berarti rantai nilai produksi semen nasional semakin banyak bertumpu pada industri domestik, mengurangi ketergantungan pada impor komponen dari luar negeri. Dalam jangka panjang, pola pengadaan semacam ini turut menopang pertumbuhan industri pendukung di dalam negeri.
Dengan tren kenaikan dua tahun terakhir, publik dan pelaku industri kini menantikan apakah SIG akan mempertahankan — atau bahkan melampaui — capaian Rp809 miliar ini pada tahun berikutnya.
Editor: Ilham Maulana