Strategi News — Hasil kebun milik sebuah SMK di Kabupaten Sragen kini masuk ke meja makan siswa lewat program Makan Bergizi Gratis (MBG). Buah kelengkeng, jeruk, durian, hingga jambu yang ditanam langsung oleh para pelajar SMKN 1 Kedawung menjadi bagian dari rantai pasok program nasional itu, menjadikan sekolah tersebut lebih dari sekadar tempat belajar teori pertanian.
Peran itulah yang melatari keputusan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memilih SMKN 1 Kedawung sebagai pusat peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 tingkat provinsi, Sabtu (2/5/2026). Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi bertindak sebagai inspektur upacara, didampingi Sekda Provinsi Jateng Sumarno, Bupati Sragen Sigit Pamungkas, dan Wali Kota Surakarta Respati Achmad Ardianto.
SMKN 1 Kedawung: Tujuh Program Keahlian Berbasis Pertanian
Bukan kebetulan sekolah ini dipilih. SMKN 1 Kedawung menjalankan tujuh program keahlian, seluruhnya berorientasi sektor agraris: budidaya tanaman pangan (hortikultura), budidaya tanaman perkebunan (agribisnis pertanian), agribisnis ternak, agribisnis perikanan, agribisnis pengolahan hasil pertanian, usaha pertanian terpadu, serta keahlian kuliner atau tata boga.
Baca Juga:
Kepala SMKN 1 Kedawung, Fahmi Khoiruman, menyebut sekolahnya secara konsisten menempatkan budidaya pertanian sebagai inti pendidikan. Fokus itu, menurutnya, langsung bersinggungan dengan kebutuhan ketahanan pangan nasional.
Luthfi menegaskan, sekolah ini dipilih bukan sekadar karena prestasi akademik, melainkan karena relevansinya dengan peta jalan pembangunan Jawa Tengah 2026 yang memprioritaskan swasembada pangan. “SMKN 1 Kedawung ini mempunyai kebun sebagai role model ketahanan pangan. Ada kelengkeng, jeruk, durian, jambu, dan sebagainya, yang sebagian sudah menjadi konsumsi untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG),” kata Luthfi.
Dua Pelajar Sragen Raih Medali Emas FIKSI 2025
Di luar simbolisme venue, Hardiknas kali ini juga menjadi panggung penghargaan bagi insan pendidikan Jawa Tengah. Gubernur Ahmad Luthfi menyerahkan Satyalencana Karya Satya, tanda kehormatan dari Presiden RI, kepada guru PNS yang telah mengabdi selama 10, 20, dan 30 tahun atau lebih.
Dua pelajar asal Kabupaten Sragen turut mendapat penghargaan sebagai peraih medali emas Festival Inovasi dan Kewirausahaan Siswa Indonesia (FIKSI) 2025. Muhammad Azka Abdurrahman dari SMA Science Plus Baitul Qur’an Boarding School menyabet emas di cabang Teknologi Digital. Naila Aini Bahri dari SMA Unggulan Rushd meraih emas di cabang Wirausaha Sosial. Keduanya mewakili wajah pendidikan Sragen di panggung kompetisi nasional.
Beasiswa juga turut diserahkan dalam kesempatan yang sama, meski detail besaran dan jumlah penerima tidak dirinci dalam keterangan resmi Pemprov Jateng.
Pendidikan Tidak Hanya di Dalam Kelas
Dalam amanat yang dibacakannya, Luthfi menyampaikan pesan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI agar masyarakat kembali merenungkan hakikat pendidikan sebagai proses memuliakan manusia. Pendidikan, menurut pesan itu, berlangsung bukan hanya di ruang kelas, melainkan juga di lingkungan keluarga dan masyarakat.
Gubernur berharap anak-anak yang terdidik dengan baik kelak mudah berinteraksi, mampu beradaptasi, dan memberi kontribusi nyata bagi bangsa. Kalimat itu terasa kontekstual di halaman SMKN yang kebunnya sudah memproduksi pangan untuk program makan siang pemerintah pusat.
Peringatan Hardiknas di Sragen tahun ini menggarisbawahi arah kebijakan pendidikan vokasi Jawa Tengah: bukan sekadar mencetak lulusan bersertifikat, melainkan menghasilkan tenaga terampil yang langsung tersambung ke kebutuhan riil ketahanan pangan nasional.
Editor: Sela Rahmawati