Ekspor Turun, Indonesia Tetap Cetak Surplus Neraca Dagang USD 3,32 Miliar pada Maret 2026

Strategi News — Ekspor Indonesia menyusut, tapi neraca dagang tetap surplus. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat surplus neraca perdagangan sebesar USD 3,32 miliar pada Maret 2026, meski nilai ekspor turun 3,10 persen secara tahunan (year-on-year) dibanding periode yang sama tahun lalu.

BPS merilis data tersebut pada Senin (4/5/2026). Ekspor bulan Maret tercatat senilai USD 22,53 miliar. Angka itu lebih rendah dibanding Maret 2025. Di sisi impor, nilai yang masuk ke Indonesia tercatat USD 19,21 miliar, tumbuh 1,51 persen secara tahunan. Selisih antara ekspor dan impor itulah yang menghasilkan surplus USD 3,32 miliar.

Bacaan Lainnya

Impor Tumbuh, Ekspor Menyusut

Kombinasi ekspor yang melemah dan impor yang justru tumbuh menjadi gambaran tekanan yang dihadapi sisi perdagangan Indonesia. Ekspor turun 3,10 persen secara tahunan, sedangkan impor naik 1,51 persen dalam periode yang sama. Meski begitu, surplus masih tercipta karena volume ekspor secara nominal masih jauh di atas impor.

Neraca perdagangan Indonesia dikenal sebagai salah satu indikator kesehatan ekonomi makro yang diperhatikan investor dan pembuat kebijakan. Surplus berarti Indonesia menghasilkan lebih banyak devisa dari penjualan produk ke luar negeri ketimbang yang dibelanjakan untuk membeli barang dari luar. Kondisi ini umumnya memberi tekanan yang lebih ringan pada nilai tukar rupiah.

Rentetan Surplus yang Terus Berlanjut

Indonesia mencatatkan surplus neraca perdagangan secara konsisten dalam beberapa tahun terakhir, didorong terutama oleh ekspor komoditas seperti batu bara, minyak sawit, dan produk mineral. Surplus Maret 2026 sebesar USD 3,32 miliar melanjutkan tren tersebut, kendati tekanan dari pelemahan ekspor mulai terasa.

Publik dan pelaku pasar kini menunggu rincian lebih lanjut dari BPS soal komoditas mana yang menjadi penyumbang utama penurunan ekspor, serta sektor impor apa yang mendorong pertumbuhan nilai masuk barang pada bulan Maret.

Penulis: Nunung Septiyana
Editor: Pablo Gerald

Pos terkait