Strategi News — Jumlah investor pasar modal Indonesia bertambah 1,74 juta orang sepanjang April 2026, sehingga total investor kini mencapai 26,49 juta atau tumbuh 30,06 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebut pertumbuhan ini terjadi di tengah gejolak pasar global akibat ketegangan geopolitik yang belum mereda.
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi, menyampaikan perkembangan tersebut dalam Konferensi Pers Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) April 2026 secara daring di Jakarta, Selasa (29/4).
“Di tengah dinamika tersebut, resiliensi dan likuiditas pasar modal domestik secara keseluruhan tetap terjaga dengan baik,” kata Hasan.
Baca Juga:
Spread Bid-Ask Rendah, Obligasi Menguat
OJK mengukur likuiditas pasar dari rata-rata spread bid-ask saham, yaitu selisih antara harga penawaran beli dan jual yang menjadi indikator seberapa mudah investor bisa bertransaksi. Angka ini tercatat di level 1,33 kali pada April 2026, yang menurut OJK menunjukkan kondisi pasar masih lancar.
Pasar obligasi turut mencatat penguatan. Indonesia Composite Bond Index (ICBI), indeks yang mengukur kinerja keseluruhan obligasi di pasar dalam negeri, naik 0,74 persen secara tahunan ke level 436,38. Penguatan itu ditopang oleh penurunan rata-rata imbal hasil (yield) Surat Berharga Negara (SBN) sebesar 3,9 basis poin.
Investor asing pun aktif masuk. “Investor non-residen juga mencatatkan net buy sebesar Rp8,8 triliun di pasar SBN secara month-to-date hingga 29 April 2026,” ungkap Hasan.
Reksa Dana Tumbuh, Fundraising Korporasi Capai Rp56,35 Triliun
Nilai aktiva bersih (NAB) reksa dana per April 2026 tercatat Rp711,89 triliun, tumbuh 2,32 persen dibanding bulan sebelumnya dan 5,41 persen sejak awal tahun. Pertumbuhan ini didorong oleh net subscription, yaitu selisih antara dana yang masuk dan keluar dari reksa dana, sebesar Rp8,11 triliun selama April 2026 dan Rp37,24 triliun sejak Januari 2026.
Dari sisi pembiayaan korporasi, pasar modal berhasil menghimpun dana sebesar Rp56,35 triliun. OJK mencatat 71 rencana penawaran umum sedang dalam antrean perizinan per April 2026. Penghimpunan dana lewat securities crowdfunding (SCF), mekanisme patungan investasi untuk usaha kecil dan menengah, tercatat Rp1,93 triliun.
OJK Jatuhkan Denda Rp85,04 Miliar ke 97 Pihak
Di sektor pengawasan, OJK tidak tinggal diam. Sepanjang periode ini, regulator menjatuhkan sanksi administratif berupa denda sebesar Rp85,04 miliar kepada 97 pihak, ditambah denda keterlambatan Rp47,84 miliar kepada 180 pihak.
Khusus April 2026, OJK mengenakan denda Rp22,26 miliar kepada sejumlah pihak, termasuk pengendali, direksi, komisaris, emiten, perusahaan efek, dan akuntan publik. Dua izin dibekukan dan satu perintah tertulis diterbitkan dalam bulan yang sama.
Bursa Karbon (IDXCarbon) juga mencatat perkembangan. Platform perdagangan kredit karbon ini kini memiliki 155 pengguna jasa, dengan total volume transaksi 1,98 juta ton CO2 ekuivalen senilai Rp93,75 miliar. Volume transaksi kumulatif di pasar derivatif keuangan tercatat 143.217 lot.
Dengan lonjakan jumlah investor baru yang menembus angka 1,74 juta hanya dalam satu bulan, OJK mengindikasikan kepercayaan publik terhadap pasar modal dalam negeri belum goyah meski tekanan eksternal global terus membayangi.
Editor: Sela Rahmawati