Strategi News — Pabrik Gula (PG) Mojo di Kabupaten Sragen menetapkan target giling lima juta kuintal tebu pada musim giling 2026, naik dari rekor produksi tahun lalu sebesar 4,4 juta kuintal. Musim giling resmi dibuka Rabu (29/4/2026) dengan tradisi selamatan mengarak tebu pengantin dan wayang ruwatan.
General Manager PG Mojo Sragen, Rohsudyanto, menyebut capaian 2025 sebagai yang tertinggi dalam sejarah pabrik sekaligus tertinggi di Jawa Tengah. Produksi gula tahun itu menyentuh angka 27 ribu ton. Kini target ditetapkan lebih tinggi lagi.
“Kami optimistis target giling tahun ini tercapai. Tahun lalu terserap sekitar 570 tenaga kerja, mayoritas warga Sragen, dan akan terus ditingkatkan. Pengelolaan limbah juga diperkuat melalui kerja sama budidaya cacing dan Karang Taruna setempat dalam pengolahan kompos, sehingga hasilnya lebih optimal dan ramah lingkungan,” ujar Rohsudyanto.
Baca Juga:
Bantuan Rp23 Miliar untuk Perluasan 1.670 Hektare Lahan Tebu
Bupati Sragen Sigit Pamungkas mengungkapkan, Sragen mendapat alokasi program prioritas nasional senilai Rp23 miliar untuk perluasan lahan tebu seluas 1.670 hektare melalui program bongkar ratoon (peremajaan tanaman tebu dengan mengganti akar lama). Realisasinya baru menyentuh 746 hektare, sehingga diperlukan percepatan agar seluruh target terpenuhi tahun ini.
“Target produksi PG Mojo tahun ini tidak sekadar capaian, tetapi menjadi cerminan penguatan ekonomi masyarakat. Peningkatan produksi tebu diharapkan berdampak langsung pada kesejahteraan petani serta menekan angka kemiskinan, khususnya di wilayah utara Sragen sebagai sentra tebu,” kata Sigit.
Petani Tagih Jaminan Tidak Ada Antrean Giling
Dari sisi petani, Ketua Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) Sragen, Parwanto, menyatakan kesiapan penuh mendukung target produksi. Ia mengingatkan satu syarat penting: manajemen distribusi tebu harus berjalan rapi agar antrean panjang saat proses giling tidak terulang.
“Kami para petani telah berupaya maksimal selama satu tahun dengan biaya yang tidak kecil. Harapannya, hasil yang diperoleh juga sebanding. PG Mojo harus maju, petani juga harus sejahtera. Mari kita sukseskan giling 2026 sebagai bagian dari kontribusi menuju swasembada gula nasional,” tandas Parwanto.
Kegiatan pembukaan musim giling ini diinisiasi PT Sinergi Gula Nusantara selaku pengelola PG Mojo. Tradisi selamatan dengan tebu pengantin dan wayang ruwatan merupakan upacara adat yang secara turun-temurun digelar sebelum proses penggilingan dimulai sebagai bentuk doa dan harapan agar musim giling berjalan lancar.
Musim giling 2026 dijadwalkan berlangsung selama 170 hari, dengan kick-off produksi pada 9 Mei 2026. Keberhasilan memenuhi target lima juta kuintal akan menjadi penentu seberapa besar kontribusi Sragen terhadap program swasembada gula nasional yang tengah digencarkan pemerintah.
Editor: Pablo Gerald