Strategi News — Sebanyak 19 perjalanan kereta api jarak jauh dibatalkan dan 6 lainnya mengalami keterlambatan berat menyusul tabrakan antara KRL Commuter Line dan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi, Senin (27/4/2026). Total 25 perjalanan terdampak.
Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) Bobby Rasyidin mengonfirmasi kondisi ini langsung dari Stasiun Bekasi Timur, Selasa (28/4/2026). Proses evakuasi bangkai KRL di lokasi kejadian masih berjalan, sehingga jalur antara Bekasi dan Tambun hanya bisa digunakan secara bergantian untuk dua arah.
“Kereta api jarak jauh masih ada gangguan karena kita masih pakai satu jalur hilir untuk ganti-gantian, karena kan kita tahu juga bahwa dari Bekasi dan Bekasi Timur (Blue Line) ini hanya double track, belum double-double track,” kata Bobby.
Baca Juga:
Daftar 19 Kereta yang Dibatalkan
Pembatalan menyasar rute-rute utama dari dan menuju Jakarta. Dari arah Gambir, empat kereta batal berangkat: KA Purwojaya (58F-59F) tujuan Cilacap, KA Parahyangan (138) tujuan Bandung, KA Argo Muria (20A) tujuan Semarang Tawang, dan KA Argo Bromo Anggrek (2B) tujuan Surabaya Pasar Turi.
Dari arah sebaliknya, delapan kereta yang seharusnya masuk Gambir ikut dibatalkan: KA Gunungjati (117B) dari Cirebon, KA Purwojaya (56F-53F) dari Cilacap, KA Argo Sindoro (17) dari Semarang Tawang, KA Manahan (61B) dari Solo Balapan, KA Argo Anjasmoro (29F) dari Surabaya Pasar Turi, KA Parahyangan (137) dari Bandung, KA Argo Muria (21A) dari Semarang Tawang, dan KA Argo Bromo Anggrek (3B) dari Surabaya Pasar Turi.
Tujuh kereta lain yang menuju Pasarsenen juga dibatalkan, yakni KA Madiun Jaya (143B) dari Madiun, KA Mataram (75B) dari Solo Balapan, KA Gumarang (163) dari Surabaya Pasar Turi, KA Singasari (149) dari Blitar, KA Jayabaya (94-91) dari Malang, KA Progo (257) dari Lempuyangan, dan KA Menoreh (175) dari Semarang Tawang.
KRL Blue Line Ikut Padat, Evaluasi Belum Selesai
Dampak tabrakan tidak berhenti di kereta jarak jauh. Perjalanan KRL Commuter Line lintas Kampung Bandan-Cikarang, yang dikenal sebagai Blue Line, juga terganggu akibat penyempitan jalur di segmen Bekasi-Tambun.
Bobby menyatakan KAI belum bisa memastikan kapan operasional normal kembali pulih. Seluruh komponen dan sistem kereta akan dicek satu per satu sebelum izin operasi penuh diberikan.
“Kita evaluasi. Kita cek satu persatu komponennya, kita cek satu persatu sistemnya ya. Segera jika semua sudah comply dengan aturan dengan UIC standar, kita akan jalankan secara normal,” ujarnya.
UIC (Union Internationale des Chemins de fer) adalah standar teknis perkeretaapian internasional yang menjadi acuan keselamatan operasional kereta api di Indonesia.
Ribuan penumpang yang mengandalkan jalur ini untuk perjalanan antarkota maupun komuter harian terpaksa mencari alternatif transportasi. Pemulihan jalur bergantung pada selesainya evakuasi dan hasil evaluasi keamanan yang belum ada batas waktunya.
Editor: Nunung Septiana