500 Ribu Anak Somalia Terancam Kelaparan, Pasokan RUTF Tertahan di Pelabuhan India

Strategi News — Hampir setengah juta anak di bawah lima tahun di Somalia kini menghadapi kekurangan gizi akut parah di tengah krisis kemanusiaan yang kian memburuk. Gangguan rantai pasokan global yang dipicu perang di Iran membuat bantuan pangan terapeutik tidak bisa masuk ke negara tersebut.

Komite Penyelamatan Internasional (IRC) melaporkan bahwa pengiriman RUTF (Ready-to-Use Therapeutic Food, yaitu makanan terapeutik siap pakai bernutrisi tinggi yang menjadi standar penanganan kekurangan gizi parah pada anak) tertahan di pelabuhan India. Akibatnya, pesanan senilai puluhan ribu dolar terpaksa dibatalkan, seperti dilaporkan Reuters pada Kamis (30/4/2026).

Klinik di Baidoa Kehabisan Pangan Terapeutik

Klinik-klinik yang merawat anak-anak kekurangan gizi di wilayah Baidoa mulai kehabisan stok RUTF. Ini bukan sekadar masalah logistik. Tenaga medis memperingatkan kondisi anak-anak bisa memburuk drastis karena pilihan pengobatan yang tersedia kian terbatas, termasuk susu khusus yang selama ini digunakan dalam proses pemulihan.

Gambar-gambar dari lapangan menunjukkan para ibu menggendong bayi mereka sambil mengantre bantuan darurat di kamp pengungsi pinggiran Mogadishu. Seorang pengungsi membawa bayinya yang menunjukkan gejala kekurangan gizi ke klinik, namun proses pemulihan kini terhambat akibat keterbatasan pasokan.

Krisis Berlapis: Kekeringan dan Bantuan Internasional yang Menyusut

Somalia sudah lama bergulat dengan kerawanan pangan kronis akibat kekeringan berkepanjangan dan konflik bersenjata. Kondisi ini diperparah oleh berkurangnya bantuan internasional yang masuk ke negara tersebut dalam beberapa waktu terakhir.

Kini, gangguan rantai pasokan global menambah tekanan berlapis. Lembaga-lembaga bantuan mulai mencari pasokan alternatif dari negara lain, termasuk Kenya, namun prosesnya membutuhkan waktu sementara anak-anak yang kekurangan gizi tidak bisa menunggu.

Krisis kemanusiaan di Somalia terus menuntut respons cepat dari komunitas internasional. Dengan setengah juta anak berada dalam kondisi rawan, ketersediaan jalur pasokan yang tidak terganggu menjadi penentu antara pemulihan dan perburukan massal.

Penulis: Nunung Septiyana
Editor: Nunung Septiana

Pos terkait