Strategi News — Lebih dari 1.500 anak-anak berbaris memakai seragam militer di kota Vladivostok, Rusia, Minggu (3/5/2026), membuka rangkaian perayaan Hari Kemenangan yang tahun ini memasuki peringatan ke-81.
Parade bertajuk “Cucu Kemenangan” itu diikuti anak-anak dari tiga negara: Rusia, China, dan Laos. Sebagian peserta mengenakan seragam Pasukan Rudal Strategis Rusia. Ini merupakan penyelenggaraan kedua parade internasional tersebut, dan menjadi penanda resmi dimulainya seremoni Hari Kemenangan di Vladivostok.
Parade Lintas Negara untuk Merawat Memori Perang Dunia II
Penyelenggara menyatakan parade ini “didedikasikan untuk melestarikan ingatan akan Kemenangan Besar dalam Perang Dunia Kedua dan menumbuhkan rasa hormat terhadap sejarah negara di generasi muda.”
Baca Juga:
Rusia setiap tahun memperingati kemenangan atas Nazi Jerman pada 9 Mei, tanggal ketika Uni Soviet menandatangani dokumen penyerahan Jerman di pengujung Perang Dunia II. Peringatan itu selalu diwarnai parade militer besar di berbagai kota, dengan Moskow sebagai pusat utamanya. Vladivostok, kota pelabuhan di ujung timur Rusia yang berbatasan dengan kawasan Asia Pasifik, menjadi salah satu lokasi perayaan regional yang rutin digelar.
Keikutsertaan anak-anak dari China dan Laos mencerminkan orientasi Vladivostok sebagai kota yang secara geografis dan diplomatik dekat dengan kawasan Asia Timur dan Asia Tenggara. Parade lintas negara ini menjadi bagian dari narasi yang lebih luas soal bagaimana Rusia membangun ikatan memori sejarah dengan negara-negara mitranya.
Peringatan ke-81 di Tengah Situasi Geopolitik yang Memanas
Perayaan tahun ini berlangsung ketika Rusia masih menjalankan operasi militernya di Ukraina, yang telah berjalan lebih dari tiga tahun. Parade Hari Kemenangan secara tradisional menjadi salah satu momen terbesar dalam kalender nasional Rusia, kerap dimanfaatkan sebagai panggung untuk menampilkan kekuatan militer sekaligus mengobarkan semangat nasionalisme.
Keterlibatan anak-anak dalam parade berskala internasional seperti ini, dengan seragam militer sebagai kostum utama, menjadi catatan tersendiri yang dipotret media internasional, termasuk Reuters yang mendokumentasikan langsung jalannya acara di Vladivostok.
Editor: Ilham Maulana