Strategi News — Sejumlah kasus kriminal di Jakarta dan sekitarnya bergulir serentak di meja persidangan dan penyelidikan polisi pada Selasa (5/5). Mulai dari terkuaknya motif pembunuhan kepala cabang bank, perpanjangan tahanan dokter Richard Lee, hingga perburuan komplotan begal bersenjata tajam di Palmerah, Jakarta Barat.
Rp200 Juta Jadi Pemicu Penculikan dan Pembunuhan MIP
Sidang pemeriksaan terdakwa kasus dugaan penculikan dan pembunuhan terhadap kepala cabang bank berinisial MIP (37) membuka fakta baru di Pengadilan Militer II-08 Jakarta, Cakung, Jakarta Timur. Terdakwa pertama, Serka MN, mengaku tergiur bayaran besar sebelum melancarkan aksi.
“Kami diiming-imingi uang Rp200 juta kalau kerjaan sudah selesai,” kata Serka MN dalam persidangan itu.
Baca Juga:
Pengakuan tersebut menjadi salah satu titik terang dalam proses pembuktian kasus yang menyeret anggota militer aktif sebagai pelaku.
Masa Tahanan Richard Lee Diperpanjang hingga 3 Juni 2026
Polda Metro Jaya resmi memperpanjang masa penahanan dokter Richard Lee, yang dikenal luas di media sosial, dalam kasus dugaan pelanggaran perlindungan konsumen terkait produk perawatan kecantikan. Perpanjangan berlaku mulai 5 Mei hingga 3 Juni 2026.
“Mulai tanggal 5 Mei sampai dengan 3 Juni 2026, tersangka DRL diperpanjang masa penahanannya. Itu sudah kami ajukan ke PN (Pengadilan Negeri) untuk diperpanjang penahanannya,” kata Kasubbid Penmas Polda Metro Jaya Kompol Andaru Rahutomo di Jakarta, Selasa (5/5).
Pelaku Pembacokan di Cengkareng Ditangkap di Bogor
Satuan gabungan Jatanras Polda Metro Jaya dan Polres Metro Jakarta Barat meringkus pelaku pembacokan yang menewaskan seorang pegawai toko roti di Jalan Pedongkelan Dalam, Kapuk, Cengkareng. Pelaku ditangkap di daerah Bogor pada Senin (4/5) sekira pukul 23.00 WIB, hanya beberapa jam setelah kejadian.
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat AKBP Arfan Zulkan membenarkan penangkapan tersebut saat dihubungi di Jakarta, Selasa.
36 Saksi Kecelakaan Kereta Bekasi Timur Sudah Dimintai Keterangan
Penyelidikan insiden kecelakaan kereta api di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat, yang terjadi Senin (27/4), terus berjalan. Polda Metro Jaya telah memeriksa 36 orang saksi untuk mengurai kronologi kejadian.
“Sampai dengan saat ini, penyidik telah meminta keterangan dari 36 orang saksi,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto di Jakarta, Selasa (5/5).
Proses pemeriksaan saksi dalam jumlah besar ini menunjukkan kompleksitas insiden yang melibatkan operasional kereta api di jalur padat tersebut.
Begal Bersenjata Tajam di Palmerah Masih Diburu
Berbeda dari kasus lainnya yang sudah ada penangkapan, komplotan begal yang beraksi di Jalan Arjuna Selatan, Palmerah, Jakarta Barat, masih dalam pengejaran polisi. Kawanan itu melukai korban sekaligus merampas sepeda motor dan ponsel.
Kapolsek Palmerah Kompol Gomos Simamora menyatakan pihaknya sudah menerima laporan resmi dan tengah mengejar para pelaku.
Dari lima kasus yang bergulir bersamaan ini, polisi masih mengejar pelaku begal Palmerah sementara persidangan kacab bank dan proses hukum Richard Lee terus berjalan menuju tahap berikutnya.
Editor: Pablo Gerald