Strategi News — Kapasitas 15 anak. Itulah angka awal yang ditetapkan untuk Daycare Tripartit Berdikari, tempat penitipan anak yang baru diresmikan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi di kawasan Rusunawa Gedanganak, Ungaran, Kabupaten Semarang, Jumat (1/5/2026). Fasilitas ini ditujukan khusus bagi anak-anak dari kalangan pekerja dan buruh.
Peresmian dipilih tepat pada peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026. Luthfi menyambangi langsung kondisi dalam daycare dan sempat membagikan mainan kepada anak-anak yang dititipkan di sana.
Satu Guru PAUD, Tiga Tenaga Pengajar untuk 15 Anak
Ketua Yayasan Anugerah Tripartit Serasi, Sakun Adi Wiratmoko, menyebutkan daycare tersebut dioperasikan dengan tiga tenaga pengajar: satu guru PAUD, satu guru pendamping, dan satu guru pendamping muda. Jam operasional berjalan setiap Senin hingga Sabtu, pukul 06.30 sampai 17.00 WIB, mengikuti jadwal kerja sebagian besar buruh di kawasan industri sekitar Ungaran.
Baca Juga:
“Ke depan, kami akan menyesuaikan dengan kebutuhan dari rekan-rekan pekerja atau buruh, karena tujuan daycare ini untuk membantu persoalan waktu asuh dan pola asuh bagi anak-anak dari pekerja,” kata Sakun.
Ungaran Bukan yang Pertama, Batang Sudah Lebih Dulu
Luthfi mengakui Ungaran bukan satu-satunya lokasi. Di Batang, fasilitas serupa sudah berjalan lebih dulu. Gubernur kini mendorong replikasi ke seluruh kabupaten dan kota di Jawa Tengah, dan telah menginstruksikan Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Provinsi Jawa Tengah bersama instansi terkait untuk menggarap pengembangan itu.
“Hari ini daycare dibangun dan diresmikan di daerah Ungaran. Ada beberapa daerah yang sudah juga seperti di Batang dan lainnya, agar tenaga kerja atau buruh kita maksimal, anak-anak bisa dititipkan di sini untuk mendapatkan pola asuh dan asih,” ujar Luthfi usai peresmian, didampingi Sekda Jateng Sumarno dan Bupati Semarang Ngesti Nugraha.
537 Koperasi Karyawan Sudah Beroperasi di Jawa Tengah
Di luar daycare, pemerintah provinsi mencatat sudah ada sekitar 537 koperasi karyawan yang tersebar di berbagai daerah Jawa Tengah. Koperasi ini menyediakan kebutuhan pokok langsung dari produsen: beras dan cabai dari petani, minyak goreng dari Bulog.
“Barang yang dijual merupakan kebutuhan pokok karyawan, harganya dari produsen langsung,” kata Luthfi.
Pemerintah provinsi juga menyiapkan dua jenis insentif lain untuk pekerja: insentif transportasi yang sudah berjalan sejak tahun lalu, dan insentif perumahan bagi buruh berpenghasilan rendah. Keduanya dirancang bersama perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Jawa Tengah.
Dengan target perluasan daycare ke seluruh wilayah Jawa Tengah, kapasitas 15 anak di Ungaran baru menjadi titik awal dari rencana yang jauh lebih besar. Seberapa cepat ekspansi itu terealisasi bergantung pada koordinasi antara Dinas Ketenagakerjaan provinsi dan pemerintah daerah masing-masing kabupaten dan kota.
Editor: Pablo Gerald