Strategi News — Rudal S-71K kini masuk dalam daftar persenjataan yang merepotkan sistem pertahanan udara Ukraina. Senjata ini disebut sebagai opsi yang lebih terjangkau dibandingkan rudal Kh-69, amunisi andalan yang selama ini identik dengan jet tempur siluman Su-57 milik Rusia.
Kelebihan S-71K bukan hanya soal harga. Rudal ini juga bisa diluncurkan dari berbagai platform udara, termasuk pesawat taktis Rusia yang lebih tua, sehingga tidak hanya bergantung pada Su-57 sebagai pembawa tunggal. Fleksibilitas itulah yang membuatnya bernilai tinggi secara operasional.
Su-57 dan Senjata Siluman di Balik Misi Ukraina
Su-57 adalah jet tempur generasi kelima Rusia yang dirancang dengan kemampuan siluman, memungkinkan pesawat ini menghindari deteksi radar musuh. Dalam konteks konflik di Ukraina, Su-57 kerap disebut-sebut beroperasi dari jarak jauh, meluncurkan rudal tanpa memasuki zona pertahanan udara Ukraina secara langsung.
Baca Juga:
Kh-69 selama ini menjadi rudal yang paling sering dikaitkan dengan Su-57. Namun biaya produksinya yang tinggi mendorong militer Rusia mencari alternatif. S-71K mengisi celah itu.
Lebih Murah, Lebih Fleksibel
Keunggulan biaya S-71K dibanding Kh-69 menjadikannya pilihan yang bisa diproduksi dalam jumlah lebih besar. Dengan kemampuan diluncurkan dari pesawat taktis yang lebih lama, senjata ini memberi Rusia opsi serangan jarak jauh tanpa harus sepenuhnya mengandalkan armada Su-57 yang jumlahnya terbatas.
Ukraina menghadapi tantangan nyata dalam menangkal senjata semacam ini. Sistem pertahanan udara yang ada harus berhadapan dengan ancaman yang datang dari berbagai jenis platform udara sekaligus, bukan hanya dari satu pesawat tertentu.
Perang udara di Ukraina terus memperlihatkan bagaimana teknologi rudal siluman berkembang cepat, memaksa kedua pihak beradaptasi dengan kondisi medan tempur yang berubah setiap saat.
Editor: Nunung Septiana